Berita Samarinda Terkini
WFH Samarinda Hemat BBM hingga Rp70 Juta per Hari, Ini Hitungannya
WFH di Samarinda tak sekadar kebijakan kerja, tapi diklaim mampu hemat BBM hingga Rp70 juta per hari.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Miftah Aulia Anggraini
Ringkasan Berita:
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA — Kebijakan Work From Home (WFH) yang diterapkan Pemerintah Kota Samarinda setiap hari Jumat diklaim mampu menghemat bahan bakar minyak (BBM) hingga sekitar Rp60–70 juta per hari berdasarkan simulasi awal.
Walikota Samarinda, Andi Harun, menjelaskan bahwa kebijakan WFH merupakan bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat untuk menekan konsumsi energi, khususnya BBM, listrik, dan mobilitas kendaraan.
“Ini upaya penghematan atau efisiensi terhadap pemakaian BBM dan energi lainnya diantaranya listrik dan mobilitas kendaraan maupun mobilitas orang,” ujarnya usai memonitoring langsung WFH perdana di Command Centre Balai Kota Samarinda, Jumat (17/4/2026).
Sebagai bentuk implementasi, Pemkot Samarinda menetapkan pelaksanaan WFH satu hari dalam seminggu, yakni setiap Jumat, dengan pendekatan berbasis pengukuran yang terintegrasi melalui dashboard monitoring.
Baca juga: Angkutan Umum Gratis Lebih Ampuh Hemat BBM Dibanding WFH
“Supaya menjadi bahan pelaporan kepada Menteri Dalam Negeri sekaligus informasi kepada publik bahwa WFH ini benar-benar bisa mewujudkan efisiensi,” jelasnya.
Dalam simulasi yang disampaikan, efisiensi BBM dihitung berdasarkan jarak tempuh rata-rata pegawai dari rumah ke kantor.
Dengan asumsi jarak 10 kilometer sekali jalan atau 20 kilometer pulang-pergi, serta konsumsi rata-rata 1 liter BBM per 10 kilometer, setiap ASN diperkirakan menghemat sekitar 2 liter BBM per hari saat WFH.
“Kalau kita pakai ukuran setiap 10 kilometer itu rata-rata menghabiskan BBM kurang lebih 1 liter, maka berarti dalam satu hari yang bersangkutan menghabiskan 2 liter,” paparnya.
Baca juga: WFH ASN Samarinda Ubah Pola Kerja, Diskominfo Tekankan Adaptasi Digital dan Pengawasan Berlapis
Dengan estimasi sekitar 1.000 ASN menjalankan WFH setiap Jumat, total penghematan BBM dapat mencapai sekitar 1.800 liter per hari.
“Maka hitungan angkanya itu kurang lebih sekitar 60-70 jutaan efisiensi juga dikonversi menjadi uang kira-kira, kalau jumlah liternya ya kurang lebih plus minus 1.800 liter,” ungkapnya.
Meski demikian, Andi Harun mengakui bahwa pada pelaksanaan minggu pertama masih ditemukan sejumlah kendala, terutama dalam akurasi input data penggunaan BBM oleh ASN.
“Sehingga kita masih menemukan deviasi dari target kita terhadap efisiensi BBM,” katanya.
Baca juga: WFH ASN Samarinda tak Lebih Ringan dari Work From Office, Pemkot Terapkan Sistem Ketat
Namun secara umum, capaian efisiensi dinilai telah sesuai dengan target persentase yang ditetapkan, meski konversi ke angka riil masih dalam tahap penyempurnaan.
“Dari target persentase sudah tercapai, tapi konversi dari persentase itu terhadap jumlah efisiensi masih perlu kita sempurnakan,” jelasnya.
Ke depan, Pemkot Samarinda juga akan memperluas penghitungan efisiensi tidak hanya pada BBM, tetapi juga pada konsumsi listrik, air, serta penurunan emisi dari berkurangnya mobilitas kendaraan.
| Dishub Samarinda Wajibkan Seluruh Pegawai Tak Bawa Kendaraan BBM Setiap Hari Jumat |
|
|---|
| BMKG Samarinda Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Waspada Karhutla |
|
|---|
| Samarinda Graphic Memoir Exhibition 2026, Hadirkan 200 Karya dari 20 Kreator Asal Kota Tepian |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Akui Kekeliruan Kontrak Sewa Defender, Andi Harun: Siap Hentikan dan Audit |
|
|---|
| Kendala Operasional Insinerator Samarinda, Gaji Operator Rp2,5 Juta per Bulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260417_Walikota-Samarinda-Andi-Harun-memantau-pelaksanaan-perdana-kebijakan-WFH-ASN.jpg)