Jumat, 17 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Antisipasi Kemarau, PDAM Samarinda Minta Warga Bijak Pakai Air

PDAM Samarinda meminta masyarakat untuk tidak boros dalam pemakaian air bersih. 

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
SAMARINDA DILANDA KEMARAU - Ilustrasi meteran PDAM Samarinda. Perumda Tirta Kencana Samarinda mengimbau masyarakat untuk mulai mengatur pola konsumsi air sehari-hari. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dalam menjaga ketersediaan pasokan air bersih menjelang musim kemarau.  

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menghadapi musim kemarau yang mulai membayangi, Perumda Tirta Kencana Samarinda atau PDAM Samarinda meminta masyarakat untuk tidak boros dalam pemakaian air bersih. 

Warga Kota Samarinda diharapkan mulai mengatur pola konsumsi air sehari-hari agar ketersediaan tetap terjaga.

Hal ini disampaikan oleh Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli kepada TribunKaltim.co pada Jumat (17/4/2026). 

Dia mengungkapkan bahwa kesadaran pelanggan dalam menghemat air sangat krusial saat ini. 

Baca juga: Biaya Bahan Kimia Meningkat, Laba Bersih PDAM Samarinda Tahun 2025 Berpotensi Tertekan

Selain lebih hemat, warga juga disarankan memiliki tandon atau bak penampungan cadangan di rumah untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi penurunan debit.

“Hindari penggunaan air secara berlebihan, seperti untuk menyiram jalan atau mencuci kendaraan. Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan air,” ucapnya.

Sejauh ini, kata Haidir, memastikan, pasokan air baku di Sungai Mahakam, Kota Samarinda masih mencukupi untuk kebutuhan produksi. 

Operasional di belasan instalasi pengolahan yang tersebar di Samarinda pun terpantau masih berjalan normal tanpa gangguan berarti.

“Alhamdulillah, saat ini kami memiliki 18 instalasi pengolahan air (IPA) dan sejauh ini belum terdampak secara signifikan,” tuturnya.

Meski kondisi sekarang masih aman, Perumda Tirta Kencana tetap mewaspadai ancaman intrusi air laut ke hulu sungai jika kemarau berlangsung lama. 

Masalah ini biasanya menghantui wilayah yang berada di bagian hilir atau dekat dengan muara, karena air asin bisa merusak kualitas air baku sehingga tidak layak untuk diolah.

Baca juga: PDAM Samarinda Bakal Punya Air Minum Kemasan Sendiri

“Kami berharap kondisi seperti tahun 1998 tidak berulang, di mana terjadi intrusi air laut di Sungai Mahakam. Jika kadar klorida melebihi 250 ppm, maka air tidak dapat diolah menjadi air bersih,” jelasnya.

Haidir menambahkan, jika intrusi tersebut benar-benar terjadi, dampaknya akan sangat terasa pada kualitas air dan kelancaran operasional di ujung jaringan distribusi. 

Sebagai opsi terakhir jika air baku tidak lagi memadai untuk diproduksi secara maksimal, pihaknya terpaksa melakukan pengaturan jadwal distribusi.

“Jika terjadi kendala, kemungkinan besar kami akan memberlakukan sistem distribusi bergilir,” tambahnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved