Kamis, 16 April 2026

Berita Nasioal Terkini

DPR Rapat dengan BNPT, Munarman Diusulkan Jadi Duta Deradikalisasi, Sudah Ikrar Setia ke NKRI

DPR rapat dengan BNPT, Munarman diusulkan jadi duta deradikalisasi, sudah ikrar setia ke NKRI

Editor: Rafan Arif Dwinanto
kolase istimewa/tribunnews
Munarman, eks jubir FPI mengucap ikrar setia kepada NKRI. DPR rapat dengan BNPT, Munarman diusulkan jadi duta deradikalisasi, sudah ikrar setia ke NKRI 

TRIBUNKALTIM.CO - Nama eks Jubir Front Pembela Islam atau FPI, Munarman diusulkan menjadi duta deradikalisasi.

Usulan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.

Hal itu disampaikannya dalam rapat kerja Komisi III DPR RI bersama Kepala BNPT RI Rycko Amelza Dahniel, Kamis (27/6/2024).

Diketahui, Munarman sudah bebas dari kasus terorisme yang menjeratnya.

Awalnya, Habiburokhman menyoroti kasus yang menimpa Munarman.

Baca juga: Terjawab Alasan Gus Yahya Percaya Diri Kabinet Prabowo-Gibran akan Didominasi Para Kader NU

Menurutnya pemberitaan Munarman yang terjerat kasus tindak pidana terorisme sangat masif.

"Pak Munarman oke lah, kalau memang terjerat kasus sudah menjalani pidana, sudah keluar," kata Habiburokhman di Ruang Rapat Komisi III DPR, Senayan, Jakarta.

Namun, Habiburokhman melihat pemberitaan tidak seimbang saat Munarman bebas dari penjara dan mengikuti program deradikalisasi hingga mengucapkan ikrar setia kepada NKRI.

"Tetapi pemberitaan ketika antara dia tertangkap, diadili dengan ketika dia selesai menjalani pidana mengikuti proses deradikalisasi mengucapkan ikrar setia kepada NKRI, itu tidak seimbang," ujanya.

Menurutnya, Munarman merupakan satu di antara keberhasilan dari program deradikalisasi yang dilakukan BNPT.

Sebab itu, Habiburokhman menilai harus ada duta deradikalisasi terhadap tokoh-tokoh yang berpengaruh seperti Munarman.

"Nah menurut saya harus kita pikirkan untuk orang-orang yang berpengaruh, ini semacam ada duta deradikalisasi, seperti Pak Munarman," kata legislator Partai Gerindra itu.

Habiburokhman menambahkan, program deradikalisasi ini harus menjadi gerakan yang ikut mempengaruhi psikologis dan opini di masyarakat.

Sebab, selama ini tokoh yang telah mengikuti program deradikalisasi masih mendapat stigma negatif masyarakat.

"Masih banyak tokoh-tokoh yang lain yang dalam mindset orang masih dianggap radikal, padahal sekarang sudah tidak radikal sudah berhasil program deradikalisasi. Tapi kita ingin supaya tidak pengaruh ke satu orang tapi impact-nya lebih bagus, mungkin itu usulan saya," pungkasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved