Selasa, 14 April 2026

Berita Nasional Terkini

Defisit APBN 2024 Diproyeksi Rp609,7 Triliun, Pendapatan Lesu tapi Belanja Negara Naik Pesat

Sri Mulyani memproyeksi defisit APBN 2024 mencapai Rp609,7 triliun, pendapatan lesu tapi belanja negara naik pesat.

Instagram smindrawati
DEFISIT APBN 2024 - Sri Mulyani memproyeksi defisit APBN 2024 mencapai Rp609,7 triliun, pendapatan lesu tapi belanja negara naik pesat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2024 diproyeksi akan mencapai Rp 609,7 triliun.

Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

Ia memproyeksi, defisit APBN tahun ini akan lebih besar dari target yang telah ditetapkan.

Sri Mulyani pun memaparkan terkait pendapatan negara yang tak capai target dan belanja negara yang diproyeksi melampaui pagu anggaran/

Baca juga: Beda Jumlah Anggaran IKN Nusantara dan Program Makan Siang Gratis di APBN Era Prabowo-Gibran

Sri Mulyani mengatakan, hingga pengujung tahun 2024, defisit APBN diprediksi mencapai Rp 609,7 triliun atau setara 2,7 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Angka itu lebih tinggi dari yang ditetapkan dalam APBN, yakni defisit sebesar Rp 522,8 triliun atau setara 2,29 persen terhadap PDB.

"Ini artinya terjadi kenaikan defisit," kata dia, dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2024).

Lebih lanjut bendahara negara bilang, hal itu dipicu oleh sebagian besar pos pendapatan negara yang diprediksi tidak mencapai target.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kondisi fundamental ekonomi terkini dan rencana APBN tahun 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan kepada Presiden Joko Widodo terkait kondisi fundamental ekonomi terkini dan rencana APBN tahun 2025 di Istana Kepresidenan Jakarta Pusat, Senin (24/6/2024). (KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYA)

Sumber utama pendapatan negara, yakni penerimaan pajak, diproyeksi mencapai Rp 1.921,9 triliun hingga akhir tahun ini.

Angka itu setara dengan 96 persen dari target yang ditetapkan, yakni Rp 1.988,9 triliun.

Kemudian, setoran yang berasal dari bea dan cukai diproyeksi sebesar Rp 296,5 triliun.

Nilai ini setara dengan 92,4 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp 286,3 triliun.

Baca juga: IKN Kaltim sudah Habiskan Dana APBN sebesar Rp 72,3 Triliun, Alasan Investor Asing Belum Mau Masuk

Sementara itu, setoran yang berasal dari penerimaan negara bukan pajak (PNBP) diproyeksi mencapai Rp 549,1 triliun.

Angka ini sebenarnya 111,6 persen dari target yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp 492 triliun.

Namun demikian, angka proyeksi itu turun 10,4 persen dari tahun lalu yang mencapai Rp 612,5 triliun.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved