Berita Mahulu Terkini

Kisah Lukas Gawing, 4 Tahun Jadi Motoris Speedboat ke Hulu Mahakam, Bertaruh Nyawa Lewati Riam

Beragam rintangan harus dilaluinya, mulai dari melewati enam riam setiap harinya hingga terpaksa membatalkan perjalanan akibat derasnya arus

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Ilustrasi angkutan penumpang speedboat membawa muatan penumpang dari pelabuhan Tering Kutai Barat menuju Ujoh Bilang Kebupaten Mahakam Ulu (Mahulu). 

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG - Bekerja sebagai sopir speedboat (perahu cepat) meninggalkan banyak pengalaman berharga dan tantangan tersendiri bagi Lukas Gawing.

Lukas Gawing berprofesi sebagai sopir speedboat dari Long Bagun hingga Kecamatan paling hulu di Long Apari di kabupaten Mahulu.

Beragam rintangan harus dilaluinya, mulai dari melewati enam riam setiap harinya hingga terpaksa membatalkan perjalanan akibat derasnya arus harus menjadi kisah tersendiri untuknya.

Kabupaten Mahulu merupakan salah satu kabupaten bungsu di Provinsi Kalimantan Timur.

Mahulu berada di daerah perbatasan yang bersebrangan langsung dengan Malaysia, sekaligus sebagai daerah terjauh di Kaltim.

Baca juga: Dishub Mahulu Kaltim akan Siapkan Aplikasi Pendataan Digital di Jalur Sungai

Untuk dapat menjangkau Kabupaten Mahulu masyarakat masih mengandalkan kendaraan sungai seperti speedboad, kapal dan Ketinting.

Meski telah berdiri sejak 10 tahun, tapi akses jalur transportasi di daerah ini memang masih jauh dari kata layak.

Hal ini membuat akses kendaraan sungai menjadi sarana transportasi andalan masyarakat sampai sekarang.

Lukas Gawing telah menggeluti profesinya sebagai sopir speedboat sejak empat tahun yang lalu.

Saat ditemui di sela kesibukannya mencari penumpang ke hulu Mahakam, Ia berkisah profesi ini membuatnya harus terlatih untuk melewati riam yang kadang-kadang dapat mengancam keselamatannya.

Terlebih jika harus melewati enam riam ketika banjir melanda kabupaten Mahulu, khususnya di Riam Udang dan Riam Panjang.

"Dari Long Bagun menuju Kecamatan Lopa menyebut dari enam riam yang kerap ia lalui itu, Riam Udang dan Riam Panjang selalu membuatnya was-was karena saat Sungai Mahakam sedang banjir," katanya pada TribunKaltim.co, Rabu (17/7/2024).

Ia menyebut, aliran air di dua tempat tersebut sangat deras dan pusaran airnya begitu besar.

Kedua riam ini meski sama-sama deras namun memiliki perbedaan, riam panjang akan sangat deras jika airnya sedang surut.

"Pusarannya besar-besar. Kalau riam panjang tidak begitu deras arusnya kalau banjir," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved