Berita Mahulu Terkini

Kisah Lukas Gawing, 4 Tahun Jadi Motoris Speedboat ke Hulu Mahakam, Bertaruh Nyawa Lewati Riam

Beragam rintangan harus dilaluinya, mulai dari melewati enam riam setiap harinya hingga terpaksa membatalkan perjalanan akibat derasnya arus

Penulis: Kristiani Tandi Rani | Editor: Nur Pratama
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Ilustrasi angkutan penumpang speedboat membawa muatan penumpang dari pelabuhan Tering Kutai Barat menuju Ujoh Bilang Kebupaten Mahakam Ulu (Mahulu). 

Bahkan, Ia berkisah jika air sedang surut, kadang para motoris harus berjaga-jaga melewati riam panjang.

Berbeda dengan riam udang yang akan mengamuk jika air sedang pasang.

"Kalau Riam Udang justru tenang kalau lagi surut, riam Udang kerap menelan nyawa saat banjir. Sehingga saat Sungai Mahkam sedang banjir Ia bersama motoris lain tidak berani memutuskan untuk melakukan perjalanan ke hulu," tuturnya.

Saat banjir tiba biasanya ombak akan mengalir dengan sangat deras.

Bahkan, Ia mengaku sewaktu banjir para motoris akan memilih untuk jalan kaki karena tidak berani melewati riam itu.

"Mau tidak mau batal mudiknya, seperti hari ini kami batal mudik bawa penumpang karena informasi dari teman di ulu ada banjir," imbuhnya.

Kecamatan Long Apari adalah kecamatan paling hulu di kabupaten Mahulu.

Untuk sampai di daerah ini harus melewati enam riam terjal yaitu Riam Bang Bok, Riam Keneheq, Riam Beliuq, Riam Banpalang, Riam Hidah dan Riam Huluq. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved