Breaking News

Berita Bontang Terkini

Sengkarut Pasar Tamrin, Walikota Bontang Basri Rase Janjikan Pasar Baru

Sejak resmi difungsikan pada medio 2020 lalu, persoalan di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) tak ada habisnya

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN
Ilustarasi - Seorang pedagang jagung manis melayani pembeli, di pinggir Jalan Ir Juanda, Kelurahan Tanjung Laut Indah, Bontang Selatan. TRIBUNKALTIM.CO/MUHAMMAD RIDWAN 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Sejak resmi difungsikan pada medio 2020 lalu, persoalan di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) tak ada habisnya.

Struktur bangunan yang dibuat bertingkat dengan konsep modern, dinilai jadi penyebab pembeli sepinya pembeli masuk ke pasar.

Disamping itu para pedagang yang memiliki modal besar ramai membuka ruko baru di pinggir jalan.

Dampaknya, lapak yang disiapkan pemerintah banyak ditinggalkan. Para pedagang yang merasa kalah bersaing memilih mengempel di luar pasar.

"Bertahan di dalam jualan kita nggak laku," kata Ani salah satu pedagang yang ditemui Tribunkaltim.co, Selasa (17/7/2024).

Baca juga: Monitoring Harga Sembako di Pasar Taman Rawa Indah, Pemkab Bontang Jamin Stok Aman Jelang Lebaran

Baca juga: Basri-Najirah Cek Harga Sembako di Pasar Taman Rawa Indah, Telur dan Ayam Terpantau Makin Mahal

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar, Diskop-UMMP Kota Bontang Nurfaidah tidak membantah hal tersebut.

Ia bahkan mengaku gamang untuk mengambil keputusan. Misalnya pada persoalan yang coba urai adalah pedang yang mengemper di pinggir jalan.

Untuk sementara waktu, mereka diizinkan berjualan di area parkir. Hal itu terpaksa dilakukan agar ketertiban dan kenyamanan di pasar tetap terjaga.

"Dari pada dipinggir jalan. Menganggu lalu lintas kendaraan dan membuat macet. Lebih baik diizinkan untuk sementara jualan di area parkir, sambil kita pikirkan solusi lain yang lebih layak," kata Nurfaidah.

Disisi lain cara itu saja masih diprotes. Penjual yang masih menetap di dalam pasar merasa, dianak tirikan. Mereka meminta keadilan.

"Sejauh ini saya hanya bisa berikan masukan untuk pedagang yang di atas agar bersabar. Kami akan upayakan semua tertib dengan perlahan," sambungnya.

Nurfaidah pun menduga aktivitas mereka diluar itu mendapat provokasi dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Ada segelintir orang yang memang melakukannya.

"Itu ada provokatornya. Tapi kita terus berupaya buat pasar jadi ramai," pungkasnya.

Walikota Basri Janjikan Pasar Baru

Sementara itu, Wali Kota Bontang Basri Rase yang ditemui di Pendopo Rumah Jabatan mengatakan, pemerintah tidak diam saja dengan masalah-masalah yang muncul di Pasar Tamrin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved