Selasa, 7 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Disdikbud Samarinda Lidik Semua Laporan Terkait Pembelian Buku

Persoalan pembelian buku penunjang sekolah di Kota Samarinda masih menjadi perbincangan hangat khususnya di kalangan orangtua siswa

TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI
Kadisdik Samarinda Asli Nuryadin.TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan pembelian buku penunjang sekolah di Kota Samarinda masih menjadi perbincangan hangat khususnya di kalangan orangtua siswa.

Bahkan sejak Senin (5/8) lalu, sejumlah bukti tertulis terkait masalah ini telah diserahkan perwakilan orangtua siswa kepada Asisten I Sekretaris Kota Samarinda, Ridwan Tassa secara langsung.

Sebagai tindak lanjut dari laporan orangtua siswa, Walikota Samarinda Andi Harun telah menugaskan tim khusus untuk melakukan penyelidikan, yang kemudian mengerahkan Asisten I Sekretaris Kota Samarinda Ridwan Tassa untuk menindaklanjuti persoalan ini.

"Perwakilan memang ada mengumpulkan bukti dari 30 sekolah. Dari bukti-bukti yang ada, akan kami tinjau dan datangi dan mempertanyakan kebenarannya. Harapannya secepatnya dapat selesai penelusurannya," ungkap Tassa.

Baca juga: Dugaan Pungli Penjualan Buku di Samarinda yang Bikin Emak-emak Demo, Ada 30 Sekolah yang Ditelusuri

Baca juga: Buntut Demo Orangtua di Samarinda, TRC PPA Kaltim Desak Pemkot Alokasikan Bosda untuk Pengadaan Buku

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Asli Nuryadin menjelaskan bahwa sebelum tim khusus dibentuk, pihaknya telah melakukan penelusuran lebih dulu.

Terlebih, selain masalah pembelian buku penunjang, aksi yang digelar di depan Balai Kota pada beberapa waktu lalu ternyata juga menyoroti masalah lain. Beberapa orang tua siswa mengaku bahwa anaknya menerima intimidasi.

"Kami sudah gerak sejak hari demo itu (31/7). Sudah kami follow up, kami telusuri beberapa sekolah," tegas Asli.

Meski demikian, Asli menegaskan bahwa untuk menuntaskan identifikasi dan mengungkap kebenarannya, tak semudah membalikkan telapak tangan. Mengingat jumlah sekolah SD dan SMP tidak sedikit.

Sebab itu, Asli mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak terburu-buru membuat kesimpulan sebelum adanya hasil penyelidikan yang komprehensif.

Baca juga: Pemkot Samarinda Beri Solusi soal Mahalnya Harga Buku Sekolah, Begini Tanggapan Pengamat Pendidikan

"Tapi agar dimaklumi, jumlah sekolah kita ada ratusan. Tapi kami pasti merespon dan mengecek, mohon ditunggu karena itu butuh proses yang tidak bisa cepat pastinya. Kalau memang ada yang terbukti demikian, kami serahkan ke inspektorat untuk tindakan selanjutnya,” pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved