Berita Samarinda Terkini
Disdikbud Samarinda Lidik Semua Laporan Terkait Pembelian Buku
Persoalan pembelian buku penunjang sekolah di Kota Samarinda masih menjadi perbincangan hangat khususnya di kalangan orangtua siswa
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Persoalan pembelian buku penunjang sekolah di Kota Samarinda masih menjadi perbincangan hangat khususnya di kalangan orangtua siswa.
Bahkan sejak Senin (5/8) lalu, sejumlah bukti tertulis terkait masalah ini telah diserahkan perwakilan orangtua siswa kepada Asisten I Sekretaris Kota Samarinda, Ridwan Tassa secara langsung.
Sebagai tindak lanjut dari laporan orangtua siswa, Walikota Samarinda Andi Harun telah menugaskan tim khusus untuk melakukan penyelidikan, yang kemudian mengerahkan Asisten I Sekretaris Kota Samarinda Ridwan Tassa untuk menindaklanjuti persoalan ini.
"Perwakilan memang ada mengumpulkan bukti dari 30 sekolah. Dari bukti-bukti yang ada, akan kami tinjau dan datangi dan mempertanyakan kebenarannya. Harapannya secepatnya dapat selesai penelusurannya," ungkap Tassa.
Baca juga: Dugaan Pungli Penjualan Buku di Samarinda yang Bikin Emak-emak Demo, Ada 30 Sekolah yang Ditelusuri
Baca juga: Buntut Demo Orangtua di Samarinda, TRC PPA Kaltim Desak Pemkot Alokasikan Bosda untuk Pengadaan Buku
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Asli Nuryadin menjelaskan bahwa sebelum tim khusus dibentuk, pihaknya telah melakukan penelusuran lebih dulu.
Terlebih, selain masalah pembelian buku penunjang, aksi yang digelar di depan Balai Kota pada beberapa waktu lalu ternyata juga menyoroti masalah lain. Beberapa orang tua siswa mengaku bahwa anaknya menerima intimidasi.
"Kami sudah gerak sejak hari demo itu (31/7). Sudah kami follow up, kami telusuri beberapa sekolah," tegas Asli.
Meski demikian, Asli menegaskan bahwa untuk menuntaskan identifikasi dan mengungkap kebenarannya, tak semudah membalikkan telapak tangan. Mengingat jumlah sekolah SD dan SMP tidak sedikit.
Sebab itu, Asli mengimbau masyarakat untuk bersabar dan tidak terburu-buru membuat kesimpulan sebelum adanya hasil penyelidikan yang komprehensif.
Baca juga: Pemkot Samarinda Beri Solusi soal Mahalnya Harga Buku Sekolah, Begini Tanggapan Pengamat Pendidikan
"Tapi agar dimaklumi, jumlah sekolah kita ada ratusan. Tapi kami pasti merespon dan mengecek, mohon ditunggu karena itu butuh proses yang tidak bisa cepat pastinya. Kalau memang ada yang terbukti demikian, kami serahkan ke inspektorat untuk tindakan selanjutnya,” pungkasnya. (*)
| Kasus Dana Hibah KONI Samarinda, Pembelaan Terdakwa: Bukan Niat Korupsi, Hanya Salah Tafsir |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Belum Terapkan WFH ASN, Tunggu Arahan Walikota Andi Harun |
|
|---|
| 7 Saksi di Sidang Kasus Korupsi KONI Samarinda, Terungkap Ada Praktik Pinjam CV dan Dana Talangan |
|
|---|
| UMKM Minuman dan Kuliner di Samarinda Terhimpit Kenaikan Harga Plastik |
|
|---|
| Dishub Samarinda Siapkan Angkutan Massal, Tarif Mulai Rp1.000 Tanpa Ngetem |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240701-Kadisdik-Samarinda-Asli-Nuryadin.jpg)