Berita Paser Terkini
Pelaku UMKM Batal Jajakan Produknya saat Upacara HUT RI di IKN, Inilah Opsi yang Ditawarkan OIKN
Pelaku UMKM batal jajakan produknya saat upacara HUT ke-79 RI di IKN, inilah opsi yang ditawarkan OIKN.
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) batal dilibatkan dalam pelaksanaan upacara HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Sebelumnya puluhan pelaku usaha akan difasilitasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI untuk menjajakan produknya saat upacara 17 Agustus di IKN.
"Acaranya (pelibatan UMKM di puncak HUT kemerdekaan di IKN, read) tidak jadi dilaksanakan, tapi kami ganti dan menyediakan opsi lain," terang Direktur Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Muhsin Palinrungi, Jumat (16/8/2024).
Bagi pelaku UMKM yang sebelumnya diberikan ruang untuk mengenalkan produknya saat upacara kemerdekaan, kini dilibatkan dalam kegiatan Expo IKN 2024 yang sedang berlangsung di Stadion Panglima Sentik, Penajam Paser Utara (PPU).
"Jadi pelaku UMKM yang sebelumnya ingin dilibatkan dalam puncak HUT kemerdekaan, kini diikutkan di pameran Expo IKN yang saat ini sedang berlangsung," tambahnya.
Baca juga: Pelaku UMKM, Petani hingga Nelayan di Kukar Dapat Pinjaman Tanpa Bunga
Batalnya UMKM memperkenalkan produknya saat upacara kemerdekaan, diharapkan Muhsin, tak membuat pelaku usaha berkecil hati.
Otorita IKN menjanjikan bakal terus melibatkan dalam setiap kegiatan yang nantinya akan dilaksanakan.
"Nanti ada kegiatan lain, dan kami akan melibatkan mereka," tegasnya.
Kegiatan yang dimaksud, di antaranya, saat perpindahan ribuan ASN ke IKN Nusantara sekira September mendatang.
Baca juga: BSI Ajak Usaha Kecil Naik Kelas Melalui Festival UMKM di Hari Kemerdekaaan
OIKN akan menyediakan tempat atau konter bagi pelaku UMKM, di mana mayoritas adalah ekonomi kreatif (UMKM).
"Untuk yang dilibatkan saat ini, kami belum dapat merincikan jumlahnya. Nanti kami bakal sampaikan berapa jumlahnya," beber Muhsin.
Rencananya, pelaku UMKM yang bakal dilibatkan adalah sebesar 35 persen di bawah binaan OIKN dan sisanya pelaku ekonomi kreatif di luar wilayah IKN.
"Itu artinya terbuka bagi pelaku usaha yang lainnya, jadi tidak hanya sekedar dari binaan otorita," pungkasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.