Berita Samarinda Terkini
Permudah Akses Informasi Administrasi Pemerintahan, Pemkot Samarinda Luncurkan Portal samgov.id
Permudah akses informasi administrasi pemerintahan, Pemkot Samarinda luncurkan portal samgov.id.
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda meluncurkan portal samgov.id di Hotel Mercure, Senin (9/92024).
Peluncuran ini dihadiri ahli sistem teknologi informasi ternama di Asia dan Eropa, Ainun Nadjib.
Ainun Nadjib kini bekerja sebagai Head of Analytics, Platform and Regional Business di di salah satu perusahaan ternama di Singapura, Grab.
Tidak hanya itu, ia juga bekerja sebagai Seed Investor di Bonza .
Baca juga: Kemenkominfo Apresiasi Digitalisasi Pelayanan Pemkot Samarinda, Andi Harun Disebut Walikota Sat-set
Pada kesempatan itu, Ainun Nadjibmengaku kagum dengan portal samgov.id..
"Kebetulan saya ngobrol-ngobrol sama teman yang bantu Jakarta Smart City. Sudah beberapa tahun saya tanya tentang Samarinda, dan dia bilang Samarinda itu bagus sekali karena salah satu yang punya masterplan untuk satu data," lanjutnya.
samgov.id sendiri nantinya akan terhubung dengan inagov.id, portal layanan publik nasional yang dikembangkan oleh Ina Digital.
Baca juga: Dapat Tawaran Kerja Sama dari Malaysia, Pemkot Samarinda Bakal Sulap Sampah Jadi Energi Listrik
Proses integrasinya akan diawasi langsung oleh Ainun Najib sebagi bentuk komitmennya.
"Ini akan berlanjut terus seperti yang beliau paparkan tadi. Kuncinya adalah komitmen dari pimpinan. Selama pimpinan berkomitmen untuk mewujudkan transformasi digital. ke depannya mudah-mudahan improvement dan continue terus akan dilakukan sehingga layanan publik bisa lebih prima," jelasnya.
Ainun Nadjib pun sangat mendukung dengan ide atau gagasan dari Wali Kota Samarinda Andi Harun untuk menciptakan satu aplikasi ataupun website yang bisa diakses dari berbagai layanan.
"Jadi sebetulnya kalau secara teknologi mungkin buat masyarakat umum tidak begitu penting mengetahui, tapi yang paling penting pengalamannya, user experience-nya itu satu tempat aja. Jadi, kalau misalnya dianalogikan di Singapura itu, saya cukup buka aplikasi simpan pass. Kemudian dari situ kita bisa login dan menggunakan single id, saya bisa mengakses semua layanan publik dari situ secara langsung. Semua terpadu jadi satu, jadi lebih mudah enggak ribet," pungkasnya. (*)
