Tribun Kaltim Hari Ini
Berau Kaltim Diguncang Gempa Akibat Sesar Mangkalihat, Warga Panik Berlarian
Kepanikan warga Kampung Batu Putih, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Berau mulai mereda, Senin (16/9).
Gempa bumi ini didahului dengan gempa pembuka M4,1. Hingga pukul 21.45 WITA, hasil monitoring
BMKG menunjukkan adanya 1 (satu) aktivitas gempabumi susulan (aftershock). “Hingga pukul 7.00
WIB, tercatat ada 18 kali gempa susulan,” imbuh Daryono.
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau
rusak diakibatkan oleh gempa.
Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan
akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum kembali ke dalam rumah.
Peristiwa 1921
Daryono mengatakan, gempa ini mengingatkan pada gempa kuat pada 14 Mei 1921 yang terjadi di
Kalimantan Timur mencapai skala intensitas maksimum VII MMI (kerusakan berat).
Gempa ini menyebabkan kerusakan di wilayah Sangkulirang dengan kerusakan paling parah terjadi di
Pulau Rending (Teluk Sangkulirang).
"Di Pulau ini banyak rumah rusak di Kaliorang dan Sekurau," kata Daryono, Senin (16/9).
Dampak gempa menyebabkan lubang bor menyemburkan air, terjadi rekahan-rekahan tanah sepanjang 10
m, lebar 20 cm, dengan kedalaman 2 m dan menyemburkan air bercampur pasir dan tanah liat (terjadi likuifaksi).
Wilayah yang diguncang gempa ini mencapai radius 250 km. Terjadi 10 kali guncangan-guncangan kuat yang berulang (gempa susulan).
Gempa dipicu Sesar Sangkulirang (Sangkulirang Fault Zone) ini memicu tsunami menimbulkan kerusakan parah di Sekurau.
Menurut saksi mata, tsunami menggenangi jalan hingga setinggi 1 meter. (rap/ril/kps)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240917_TRIBUN-KALTIM-HARI-INI-Edisi-Selasa.jpg)