Berita Samarinda Tekini
Peringati Harhubnas, Dishub Samarinda Deklarasi Hidupkan Pembayaran Nontunai dan Hindari Parkir Liar
Peringatan Hari Perhubungan Nasional ke-53, Dinas Perhubungan Samarinda deklarasikan aksi hidupkan pembayaran nontunai dan hindari parkir liar.
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dalam rangka Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-53, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda melakukan refleksi terhadap kondisi lalu lintas dan transportasi di Kota Tepian.
Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu mengakui bahwa masih ada sejumlah tantangan yang perlu diatasi, terutama terkait budaya berlalu lintas masyarakat.
"Yang masih menjadi tantangan adalah budaya berlalu lintas yang tertib," ujar Manalu, Selasa (17/9/2024).
Manalu mencontohkan beberapa pelanggaran umum yang kerap dilakukan masyarakat, seperti mengambil jalur yang tidak seharusnya, mendahului dari sebelah kiri, serta melanggar markah jalan.
Baca juga: Masih Pergoki Jukir Liar di Mie Gacoan, Dishub Samarinda Langsung Menindak Tegas
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketertiban lalu lintas dan pembayaran nontunai, Dishub Samarinda dalam momentum Harhubnas ini mendeklarasikan gerakan Aksi Hidupkan Pembayaran Non Tunai dan Aksi Hindari Parkir Liar atau AH.
Melalui gerakan ini, Dishub Samarinda mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta dalam menciptakan lingkungan lalu lintas yang aman, nyaman, dan tertib.
"Kita harus introspeksi diri apakah tempat yang masyarakat parkir itu sudah pada tempatnya dan dibenarkan oleh pemerintah. Karena jika parkir sembarangan, akan muncul oknum jukir liar," papar Manalu.
Terkait dengan upaya perbaikan transportasi umum, Dishub Samarinda berharap tahun depan dapat menghadirkan angkutan umum yang memadai.
Baca juga: Bikin Kemacetan Lalu Lintas, Dishub Samarinda Sebut Izin Andalalin Mie Gacoan Belum Lengkap
Pasalnya, sejak awal tahun 2024 hingga saat ini, pihaknya juga telah gencar menargetkan transportasi umum berbasis lingkungan untuk mewujudkan Samarinda sebagai kota hijau.
Hal ini mengingat kendaraan bermotor, terutama roda dua, berkontribusi besar terhadap emisi karbon.
"Satu liter bahan bakar yang digunakan oleh sepeda motor dapat menghasilkan 2,5 kilogram karbon. Bayangkan berapa banyak kendaraan yang berlalu lalang di Samarinda setiap hari dan berapa banyak karbon yang dihasilkan. Ini berkontribusi pada perubahan iklim dan pemanasan global," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20240917_Pemkot-Samarinda-saat-memperingati-Haru-Perhubungan-Nasional.jpg)