Jumat, 5 Juni 2026

Amalan dan Doa

Shalat Hajat Dilakukan Kapan? Lengkap Niat, Tata Cara, dan Doanya

sholat Hajat dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat.

Tayang:
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Nisa Zakiyah
kemenag.go.id
Terjawab Shalat Hajat dilakukan Kapan. Simak juga niat, tata cara, dan doanya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Ketika seorang mukmin mempunyai keinginan tertentu atau sedang mencari solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi, sangat dianjurkan untuk melaksanakan sholat Hajat.

Dikutip dari kemenag.go.id, sholat Hajat dikerjakan sebanyak 12 rakaat dengan salam di setiap 2 rakaat.

Namun demikian, melaksanakan sholat Hajat sebanyak 2 rakaat pun dianggap cukup memadai.

Pengertian Sholat Hajat

Dikutip dari gramedia.com, sholat Hajat adalah amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan bagi seorang muslim yang memiliki keinginan atau Hajat. 

Baca juga: Ternyata Ini Waktu yang Tepat untuk Membaca Doa Nabi Yusuf agar Mustajab

Dalam agama Islam, sholat mempunyai kedudukan terpenting dan merupakan pondasi yang sangat kokoh, tujuannya yaitu pengakuan hati bahwa Allah SWT.

Ibadah sholat merupakan satu-satunya Syiar Islam yang perintahnya dijemput oleh Rasulullah SAW ke hadapan Allah SWT di Sidratul Muntaha.

lihat fotoMengerjakan sholat
Dalam agama Islam, sholat mempunyai kedudukan terpenting dan merupakan pondasi yang sangat kokoh, tujuannya yaitu pengakuan hati bahwa Allah SWT.

Para sahabat mencontohkan, mereka selalu berdoa kepada Allah dalam urusan kecil sekalipun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan untuk melakukan demikian: “Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Tuhan, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sandalnya ketika putus.” (HR. Tirmidzi; hasan)

Ketika kebutuhan atau keperluan itu dirasa besar, Rasulullah mengajarkan hambanya untuk tidak hanya berdoa namun mendahuluinya dengan sholat sunnah dua rakaat terlebih dahulu.

Baca juga: Niat Sholat Tahajud 2 Rakaat dalam Tulisan Latin Lengkap Doa dan Tata Caranya

Adapun sholat dua rakaat yang dilakukan untuk meminta pertolongan Allah ini disebut dengan sholat Hajat.

Shalat Hajat bisa dilakukan kapan saja, kecuali di waktu selesai sholat subuh hingga matahari terbit dan sesudah waktu ashar hingga matahari terbenam.

Akan tetapi, waktu terbaik yang dianjurkan untuk menunaikan sholat Hajat adalah malam hari, terutama di sepertiga bagian terakhir malam.  

Dalam Islam, waktu di sepertiga malam Allah SWT turun ke langit terendah untuk melihat siapa yang beribadah dan meninggalkan tidurnya di tengah malam.

Selain itu, sholat Hajat hukumnya sunnah.

Dalam kitab-kitab fiqih, sebagian ulama mencantumkan sholat Hajat, tetapi sebagian tidak mencantumkan pembahasannya.

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah, Prof Dr Wahbah Az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu dan Syaikh Abdurrahman Al Juzairi dalam Fiqih Empat Mazhab mencantumkan pembahasannya.

Sementara itu, Syaikh Musthofa Al Bugho dalam Fiqih Manhaji tidak mencantumkan pembahasan sholat Hajat.

Kitab-kitab hadits seperti Shahih at Targhib wat Tarhib karya Syaikh Nasiruddin Al Albani dan Al Adzkar karya Imam Nawawi juga membahas sholat Hajat.

Bahkan, menjadikannya bab tersendiri.

Sholat Hajat merupakan sholat sunnah yang dikerjakan minimal 2 rakaat dengan maksimal 12 rakaat.

Sholat Hajat bisa dikerjakan sekali. 

Baca juga: Doa Nabi Yusuf yang Cocok Dibaca pada Hari Jumat untuk Menjemput Keberkahan dan Kelimpahan

Namun,sangat disarankan menjalankan dan membaca doa sholat Hajat sebanyak 7 malam berturut-turut hingga Hajat atau keinginan yang diharapkan dikabulkan Allah SWT.

Niat sholat Hajat berbeda dengan niat sholat lainnya.

Keistimewaan dari mengerjakan ibadah sholat Hajat, seperti sebagai salah satu cara untuk memohon pertolongan, meningkatkan iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Tata Cara Sholat Hajat

Mengenai jumlah raka’at sholat Hajat ini mendapat penjelasan dari Al-Ghazali yang ditulis dalam kitabnya yang berjudul Ihya Ulumuddin. 

Al-Ghazali menjelaskan, bahwa sholat Hajat dapat dikerjakan sebanyak 2 raka’at sampai 12 raka’at.

Selain itu, waktu pelaksanaan sholat Hajat ini akan lebih afdol jika dilakukan saat malam hari, terutama di sepertiga malam seperti halnya sholat Tahajud.

Meski demikian, sebenarnya pelaksanaan sholat Hajat ini bisa dikerjakan sepanjang waktu, tetapi ada waktu terlarang untuk mengerjakan sholat ini. 

Baca juga: Penjelasan Lengkap Tentang Penyakit Ain, Mulai dari Penyebab, Dampak Hingga Cara Mengatasinya

Waktu terlarang yang dimaksud, yaitu:

• Dari waktunya sholat Subuh sampai terbit matahari
• Dari terbitnya matahari hingga matahari itu meninggi (sekitar 15 menit setelah terbitnya 1fj matahari).
• Ketika matahari di tengah/di atas kepala, yaitu tidak condong ke barat maupun ke timur, dan sampai matahari tergelincir ke barat.
• Dari waktunya sholat Ashar sampai matahari tenggelam
• Dari matahari tenggelam sampai benar-benar tenggelam sempurna.
(Dinukil dari Al-‘Allamfii Syarh Bulugh Al-Maram Hal. 205)

Pada dasarnya, syarat dan tata cara sholat Hajat ini sebenarnya sama saja seperti sholat pada umumnya. 

Syarat sholat Hajat juga tentunya harus suci dari najis, yaitu hadas kecil ataupun hadas besar, suci badan dan pakaian, menutup aurat, tempat sholat yang suci dari najis, dan menghadap kiblat.

1. Raka’at pertama:

- Takbiratul ihram (berdiri untuk yang mampu)
- Doa iftitah
- Membaca surah Al-Fatihah
- Selanjutnya membaca salah satu surah lain dalam Al-Qur’an. Diutamakan membaca surah Al-Kafirun sebanyak 3 kali
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- Ikhtidal (bangun dari ruku’) dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah

2. Raka’at kedua:

- Berdiri kembali untuk raka’at yang kedua
- Membaca surah Al-Fatihah
- Dilanjutkan membaca kembali salah satu surah dalam Al-Qur’an. Diutamakan membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali
- Ruku’ dengan tuma’ninah
- Ikhtidal (bangun dari ruku’) dengan tuma’ninah
- Sujud dengan tuma’ninah
- Duduk antara dua sujud dengan tuma’ninah
- Sujud kedua dengan tuma’ninah
- Kemudian duduk untuk tasyahud akhir dengan tuma’ninah
- Mengucapkan salam ke kanan dan kiri.
- Setelah mengucapkan salam, lalu bisa memanjatkan zikir, seperti :

Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar wala haula wa quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adzim.”

Artinya : “Maha suci bagi Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada satu Ilah pun yang disembah kecuali Allah, dan Allah Maha Besar.” (dibaca sebanyak 10 kali).

Lalu dilanjutkan sholawat untuk Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam :

“Allahumma sholli ‘alaa sayyidina Muhammad wa ‘alaa ali sayyidina Muhammad.”

Artinya : “Ya Allah, berilah karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhoi dan ridhoilah dari pada sahabat-sahabat sekalian.” (dibaca sebanyak 10 kali).

Setelah itu, membaca doa :

“Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil akhirati hasanah wa qinaa ‘adzaaban nar.”

Artinya : “Ya Allah, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia, berikan pula kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka.” [QS Al-Baqarah: 201].

Doa Setelah Sholat Hajat

Sebaiknya, setelah kita selesai melakukan sholat Hajat, jangan beranjak dulu, tapi lanjutkan dengan berdoa kepada Allah SWT, yaitu memohon agar dikabulkannya apa yang menjadi Hajat atau keinginannya.

Doa tersebut dapat berupa zikir ataupun bacaan dari ayat-ayat suci Al-Qur’an. 

Berikut ini merupakan bacaan dzikir dan doa yang bisa diamalkan.

1. Membaca Istighfar

Dalam kitab bertajuk Tajul jamil-lil-ushul dianjurkan untuk membaca istighfar yang dibaca 100 kali, yaitu :

“Astagfirullaha Rabbi min kulli dzanbin wa atuubu ilaihi.”

Artinya : “Aku memohon ampunan kepada Allah Tuhanku, dari dosa-dosa dan aku bertaubat kepada-Mu.”

2. Membaca Sholawat Nabi

Lalu, membaca Sholawat Nabi yang juga dibaca sebanyak 100 kali, yakni :

“Allahumma sholli ‘alaa muhammadin sholatar-ridho wardho ‘an ashaabihir-ridhar-ridhaa.”

Artinya : “Yaa Allah, berilah karunia kesejahteraan atas junjungan kami Nabi Muhammad, kesejahteraan yang diridhoi dan ridhoilah dari pada sahabat-sahabat sekalian.”

3. Membaca Doa sholat Hajat Yang Mustajab

Kemudian membaca doa sholat Hajat yang mustajab. Menurut Imam Nawawi RA, dalam kitabnya Al-Adzkar, beliau mencantumkan mengenai dzikir dan doa sholat Hajat.

Inilah doa yang bisa kita baca setelah selesai mengerjakan sholat Hajat :

Artinya : “Tiada Tuhan selain Allah yang maha lembut dan maha mulia. Maha suci Allah, penjaga Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan alam semesta. Aku mohon kepada-Mu bimbingan amal sesuai rahmat-Mu, ketetapan ampunan-Mu, kesempatan meraih sebanyak kebaikan, dan perlindungan dari segala dosa. Janganlah Kau biarkan satu dosa tersisa padaku, tetapi ampunilah. Jangan juga Kau tinggalkanku dalam keadaan bimbang, karenanya bebaskanlah. Jangan pula Kau terlantarkan aku yang sedang berHajat sesuai ridha-Mu karena itu penuhilah Hajatku. Hai Tuhan yang maha pengasih dan penyayang.”

Setiap masalah hidup pasti akan ada jalan keluarnya, dengan cara berusaha, ikhtiar, dan berdoa, tak lupa untuk senantiasa memohon kepada Allah Ta’ala, karena hanya kepada Allah satu-satunya tempat untuk memohon. 

Keutamaan sholat Hajat

sholat sunnah Hajat ini mengajarkan kepada kita untuk terus berdoa dan memohon kepada Allah SWT, dan menyembah kepada Allah SWT. 

Karena, hanya Allah yang dapat mengabulkan Hajat dan mewujudkan doa-doa hambanya.

Walau sekecil apapun Hajat atau keinginan kita, kita harus tetap berdoa dan meminta hanya kepada Allah SWT. 

Rasulullah SAW bersabda :

“Hendaklah salah seorang dari kalian senantiasa meminta kebutuhannya kepada Tuhan, sampai pun ketika meminta garam, sampai pun meminta tali sandalnya ketika putus.” [HR. Tirmidzi].

Itu artinya, kita diperintahkan untuk meminta segala sesuatu walaupun hanya keinginan kecil, dan jangan pernah malu untuk senantiasa berdoa dan meminta kepada Allah, sebab hanya Allah saja yang akan mendengar dan mengabulkan Hajat kita.

Tidak akan ada manusia yang bisa menolong dan mengabulkan doa selain Allah Subhanahu Wa ta’ala. Dan Allah  tempat bergantung dan tempat meminta, kita tidak bisa hidup tanpa Allah Subhanahu Wa ta’ala.

Jadi, jangan pernah merasa angkuh dan sombong karena tidak pernah memohon dan meminta kepada Allah.

Setiap sholat sunnah pastinya memiliki keutamaan atau keistimewaan masing-masing, yang tersimpan didalam sholat yang dikerjakan tersebut.

Setiap apa yang diperintahkan Allah SWT pastinya tidak ada hal yang percuma atau sia-sia untuk dilakukan.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan dari sholat sunnah Hajat yang perlu kita ketahui bersama.

sholat Hajat memiliki keutamaan, yaitu :

1. Ibadah Yang Dicintai Allah

Karena sholat Hajat ini adalah ibadah sunnah, maka ketika kita melakukan ibadah sunnah seperti ini, hal ini akan mendatangkan kecintaan Allah SWT.

Dalam sebuah hadits diterangkan, bahwa Allah SWT berfirman :

“Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya.” [HR. Bukhari].

2. Pasrah Pada Ketentuan Allah

Perlu kita sadari bahwa hanya Allah  yang bisa mengetahui segala sesuatunya. 

Belum tentu sesuatu yang baik menurut kita, baik pula menurut Allah, dan sebaliknya, belum tentu sesuatu yang buruk menurut kita, tapi di sisi Allah itu lebih baik.

Walaupun kita rutin melaksanakan sholat sunnah Hajat namun jika Allah belum menghendakinya, maka kita juga tidak akan dapat berbuat apa-apa. 

Maka, dengan rasa pasrah, kita harus bisa belajar mengenai sebuah keikhlasan dan kesabaran.

Apabila kita sudah mengerjakan sholat sunnah Hajat ini setiap hari, namun Allah belum juga mengabulkan doa kita, maka jangan pernah menyerah, dan tetap berprasangka baik kepada Allah SWT. 

Teruslah berdoa dan berusaha, dan yang paling penting adalah pasrah dengan semua ketentuan Allah SWT, sebab hanya Allah  yang mengetahui segalanya.

3. Ditinggikan Derajatnya

Dengan memperbanyak sholat sunnah, Allah akan meninggikan derajat seorang hamba. 

Hal ini juga berlaku ketika seseorang mengerjakan sholat Hajat ini.

Bukan hanya mendapat pahala, dan keinginan yang dikabulkan, namun juga derajatnya akan ditinggikan dihadapan Allah SWT.

“Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak sholat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu.” [HR Muslim].

4. Ikhlas Menerima Apapun Keputusan Allah 

Apapun yang Allah takdirkan untuk hambanya, itu bisa berarti merupakan sebuah ujian, baik itu ujian kesusahan maupun ujian kesenangan. 

Sebab, saat keinginan dan doa kita dikabulkan dengan cepat, sebenarnya kita sedang diuji agar menahan diri dari sifat sombong dan riya’.

Begitu juga sebaliknya, saat kita diuji dalam kesusahan, itu berarti kita sedang diuji agar bersikap lebih ikhlas dan sabar. 

Sebab, setiap ujian dari Allah, bila kita bisa melewatinya, maka akan ada hikmah besar untuk kehidupan ini.

5. Diampuni Dosa-dosanya

Dengan memperbanyak sholat, baik sholat wajib maupun sunnah, maka kaum muslimin juga akan mendapat ampunan dosa-dosa dari Allah SWT.

Mengerjakan sholat Hajat ini berarti termasuk memperbanyak sholat dan sujud kepada Allah, sehingga dosa-dosa pun berguguran.

6. Dapat Mengendalikan Kebutuhan Hidup

Seperti manusia biasa, pastinya kita tidak akan luput dari berbagai keinginan yang ingin dimiliki, terkadang kebutuhan yang mendesak dan tiba-tiba datang, misalnya jatuh sakit tetapi tidak ada uang untuk berobat, karena sebelumnya terlalu boros ketika sedang gajian.

Dengan mengerjakan sholat sunnah Hajat ini, maka kita akan belajar mensyukuri apa yang kita miliki dan dapat mengendalikan keinginan lain yang tidak terlalu penting.

7. Keinginan Atau Hajat Yang Dikabulkan

Hal ini merupakan keutamaan khusus yang dimiliki pada sholat Hajat ini. 

Sayyid Sabiq menjelaskan mengenai hal ini dalam  Fiqih Sunnah yang dikutip dari hadist shahih yang diriwayatkan oleh Abu Darda RA, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa berwudhu dan menyempurnakannya, kemudian mengerjakan shalat dua rakaat dengan sempurna maka Allah memberi apa saja yang ia minta, baik segera maupun lambat.” [HR Ahmad].

Ajaibnya bangun pagi dan melaksanakan sholat-sholat Sunnah seperti sholat tahajud, sholat Hajat, dan sholat Dhuha, akan membuat kita terhindar dari kesulitan dan banjir harta. 

8. Sebagai Wadah Mendekatkan Diri Kepada Allah

Apabila kita menginginkan Hajat kita dikabulkan oleh Allah SWT, maka kita harus bisa berjuang dengan mendekatkan diri kepada Allah dan membuang rasa malas dengan melaksanakan sholat sunnah Hajat.

Dengan mengerjakan sholat sunnah Hajat, kita bisa berkeluh kesah tentang kehidupan kita, dan memanfaatkan waktu untuk bermunajat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

9. Terhindar Dari Segala Kesulitan

Keutamaan sholat Hajat yang lainnya yaitu, dapat terhindar dari segala kesulitan.

Seorang hamba yang sedang mendapat kesulitan menjalani hidupnya, sangat dianjurkan agar mengerjakan sholat Hajat, serta dianjurkan berdoa untuk memohon petunjuk dan meminta pertolongan Allah SWT setelah sholat Hajat.

Hal ini karena, hanya Allah yang akan memberikan pertolongan dan jalan keluar bagi hamba-Nya yang sedang mengalami kesulitan. 

Setiap manusia tentu mempunyai keinginan dan kebutuhan yang ingin dikabulkan oleh Allah. 

Untuk mewujudkan semua itu, tentu diperlukan ikhtiar dan usaha yang maksimal.

sholat sunnah Hajat ini menjadi salah satu sholat yang dilakukan oleh setiap umat muslim yang memiliki keinginan, supaya urusannya lancar dan diridhoi Allah SWT.

Itulah penjelasan mengenai sholat Hajat, tata cara pelaksanaan dan keutamaan-keutamaan dari sholat Hajat. Semoga bermanfaat! (*)

Ikuti berita populer lainnya di Google NewsChannel WA, dan Telegram.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved