Berita Kukar Terkini
5 Kawasan Pertanian di Wilayah Hulu Mahakam Kukar Mulai Dipetakan
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah melaksanakan langkah strategis untuk pengukuran dan pemetaan lahan pertanian di 5 kecamatan
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah melaksanakan langkah strategis untuk pengukuran dan pemetaan lahan pertanian di lima kecamatan yang terletak di kawasan Hulu Mahakam.
Kelima kawasan tersebut meliputi Kecamatan Muara Muntai, Muara Wis, Kenohan, Kembang Janggut, dan Tabang. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat basis pertanian di daerah yang dikenal dengan potensi sumber dayanya ini.
Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, saat menghadiri presentasi Laporan Antara terkait Pengelolaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B), dan Lahan Cadangan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LCP2B) yang diadakan di Balai Pertemuan Umum Desa Semayang, Kecamatan Kenohan.
Sunggono menekankan pentingnya pertemuan ini sebagai upaya untuk memastikan keakuratan data yang akan digunakan dalam proses pemetaan lahan pertanian.
“Pertemuan ini bukan hanya penting, tetapi sangat strategis. Data dan informasi dari Tim Konsultan serta para petani sangat krusial, terutama terkait pemetaan lahan di lima kecamatan di wilayah hulu,” ungkapnya, Senin (21/10/2024).
Baca juga: Penyuluh Pertanian di Kukar Kaltim Sulap Hutan jadi Agrowisata, Bakal Kolaborasi dengan BUMDes
Baca juga: Sambut Peserta Latsitarda Nusantara, Bupati: Kegiatannya untuk Pengembangan Pertanian di Kukar
Ia juga menyoroti perlunya melakukan verifikasi di lapangan guna memastikan kesesuaian antara data yang dikumpulkan dan kondisi nyata di lapangan.
"Pengecekan lapangan sangat diperlukan agar tidak terjadi ketidaksesuaian antara data yang dikumpulkan dan kenyataan di lapangan," tegasnya.
Sunggono berharap agar petani, kelompok tani (poktan), gabungan kelompok tani (gapoktan), dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) memperhatikan dan mencermati informasi yang disampaikan oleh Tim Konsultan.
Menurutnya, validasi dari pihak yang terjun langsung di lapangan sangat penting untuk memastikan keakuratan data.
“Petani dan PPL yang sehari-hari bekerja di lapangan adalah pihak yang paling memahami kondisi sebenarnya. Jika ada data yang tidak sesuai, segera lakukan koreksi agar informasi yang tercatat dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sunggono mendorong generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
“Saya ingin memotivasi generasi muda untuk berpartisipasi dalam sektor pertanian. Pemkab Kukar akan melakukan kerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) agar generasi muda yang berminat bisa mendalami ilmu pertanian,” ungkapnya.
Dengan demikian, diharapkan sektor pertanian di Kukar tidak hanya diisi oleh generasi yang sudah berpengalaman, tetapi juga mendapat sentuhan inovatif dari generasi muda.
Sunggono juga menegaskan komitmen Pemkab Kukar untuk terus membenahi sektor pertanian, termasuk menangani masalah air dan infrastruktur pertanian di berbagai wilayah.
“Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan sarana dan prasarana pertanian, sehingga para petani dapat bekerja lebih efisien dan produktif,” katanya.
Baca juga: Kukar Lumbung Pangan Bagi Kaltim, Bantuan Pertanian di Kukar Tembus Rp 700 Miliar
| Harga Sembako Meroket, Warung Makan di Tenggarong Kutai Kartanegara Pilih Nombok, tak Naikkan Harga |
|
|---|
| Sekda Sunggono Dorong Titik Temu Konflik Lahan Adat dan Investasi di Kukar |
|
|---|
| DPRD Kukar Ungkap Dampak Keterlambatan DPA terhadap Perputaran Ekonomi di Kutai Kartanegara |
|
|---|
| DPRD Kukar Soroti 23 Perusahaan Berstatus PROPER Merah, Siapkan Sidak Lapangan |
|
|---|
| Harga Minyak Goreng di Tenggarong Kukar Merangkak Naik, Daya Beli Masyarakat Mulai Lesu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241021-Lahan-pertanian-yang-terletak-di-kawasan-Hulu-Mahakam.jpg)