Jumat, 1 Mei 2026

Berita Nasional Terkini

Cuaca Dingin hingga Curah Hujan Tinggi Dampak La Nina bagi Indonesia, Diprediksi hingga Maret 2025

Cuaca dingin hingga curah hujan tinggi dampak La Nina di Indonesia, diprediksi hingga Maret 2025.

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
ILUSTRASI MUSIM HUJAN - Foto Banjir di Balikpapan. Cuaca dingin hingga curah hujan tinggi dampak La Nina di Indonesia, diprediksi hingga Maret 2025. 

TRIBUNKALTIM.CO - Cuaca dingin hingga curah hujan tinggi dampak La Nina di Indonesia, diprediksi hingga Maret 2025.

Meski La Nina tak terjadi di Indonesia, namun dampaknya tetap akan dirasakan masyarakat Indonesia.

Pasalnya, La Nina memengaruhi pola cuaca global.

Baca juga: Terjawab Sudah Kapan Musim Hujan 2024? Begini Prediksi BMKG Bulan Oktober Terbaru

Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) baru-baru ini memprediksi kemunculan La Nina bakal bertahan hingga Maret 2025.

Dilansir dari laman resmi NOAA, Senin (14/10/2024), La Nina 60 persen berpeluang muncul sepanjang September-November 2024.

Fenomena alam ini diprediksi berlanjut pada Januari-Maret 2025.

Sebagai informasi, La Nina adalah fenomena iklim global yang menyebabkan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik lebih dingin dibandingkan biasanya.

Dilansir dari laman resmi BMKG, La Nina biasanya memengaruhi pola cuaca global, termasuk Indonesia.  

Lantas, apa dampak La Nina pada perubahan iklim atau cuaca di Indonesia kali ini?

Baca juga: Daftar Perkiraan Awal Musim Hujan 2024 di Indonesia, BMKG: Tidak Bersamaan, Ada Daerah Lebih Lambat

Penjelasan BMKG: dampak La Nina bagi Indonesia

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan, sepanjang Agustus hingga awal Oktober 2024, data BMKG menunjukkan, suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah cenderung mendingin dan hampir menyentuh batas La Nina.  

Sejak Oktober 2024, suhu permukaan laut tersebut diprediksi akan terus mendingin, dan kondisi tersebut dapat bertahan hingga awal 2025.  

“Fenomena La Nina terjadi di Samudra Pasifik, tapi akan berdampak secara global, termasuk di Indonesia,” ungkap Ardhasena, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (18/10/2024).

Lebih lanjut Ardhasena menjelaskan, secara umum La Nina memberikan dampak yang beragam di wilayah Indonesia, terutama terhadap curah hujan bulanan dan musiman.

Ia mengungkapkan, pada periode Juni-Juli-Agustus, La Nina menyebabkan peningkatan curah hujan di hampir di sebagian besar wilayah Indonesia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved