Tekan Angka Stunting, Kelurahan Tanjung Laut Bontang Gelar Lomba Kreasi Masak 'Sigenzi'
Tekan angka stunting, Kelurahan Tanjung Laut Kota Bontang gelar lomba kreasi masak 'Sigenzi'.
Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Kelurahan Tanjung Laut di Kota Bontang terus berupaya menekan angka stunting di wilayahnya.
Salah satunya dengan menghadirkan beragam inovasi, seperti lomba kreasi masak bertajuk "Sigenzi".
Lurah Tanjung Laut, Susardi pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menanggulangi masalah gizi anak lewat hidangan lokal yang kaya nutrisi.
Program yang dikemas dalam bentuk pemberian makanan tambahan (PMT) ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk RT, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader Posyandu, dan Dasa Wisma.
Baca juga: Pembebasan Lahan Polder Banjir Tanjung Laut Bontang Target Selesai Tahun ini, Anggaran Rp 38 Miliar
Lomba yang berlangsung semarak ini tak sekadar adu masak.
Di balik racikan bumbu dan aroma sedap yang memenuhi aula tersimpan misi besar, yakni meningkatkan kesadaran gizi seimbang sebagai kunci utama cegah stunting.
Peserta lomba ditantang berkreasi menggunakan bahan-bahan lokal bergizi tinggi, seperti ikan tuna dan daun kelor yang kaya protein dan mineral penting bagi pertumbuhan anak.
“Dengan program ini, kami ingin meningkatkan selera makan anak-anak sekaligus memperkenalkan makanan sehat berbahan lokal kepada masyarakat,” ujar Susardi.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi langkah nyata dalam memenuhi kebutuhan gizi anak di Tanjung Laut," tambahnya.
Baca juga: Anggota DPRD Bontang Muhammad Yusuf Dukung Penuh Program Penanganan Stunting
Susardi menambahkan, upaya ini menjadi salah satu langkah inovatif kelurahan untuk memberikan pemahaman kepada warga tentang pentingnya PMT bagi kesehatan anak.
Menurutnya, makanan tambahan yang kaya energi, protein, serta vitamin dan mineral dapat menjadi strategi efektif untuk mencegah terjadinya stunting.
Di sisi lain, warga tampak antusias mengikuti lomba ini.
Sebagian besar peserta adalah ibu rumah tangga yang aktif di Posyandu dan PKK.
Mereka berkreasi dengan berbagai olahan yang tak hanya menggugah selera, tetapi juga mengandung nutrisi tinggi.
Inovasi ini diyakini mampu mengubah pandangan masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan seimbang sejak dini.
Baca juga: Prevalensi Stunting di Bontang Capai 20,6 Persen, Sumardi: Tim Khusus Harus Dibentuk
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.