Berita Penajam Terkini
Progres Reforma Agraria Badan Bank Tanah di PPU, Kini Memasuki Tahap Akhir
Progres reforma agraria Badan Bank Tanah di Kabupaten Penajam Paser Utara, kini memasuki tahap akhir.
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Diah Anggraeni
Harto mengungkapkan, awal kehadiran Badan Bank Tanah sempat menuai protes dari masyarakat.
Namun, sosialisasi yang rutin dilakukan Badan Bank Tanah kepada masyarakat membuahkan hasil positif.
“Sempat khawatir, namun karena ada sosialisasi akhirnya kita paham. Bahwa kebun masyarakat akan dikembalikan ke masyarakat. Sejak awal Badan Bank Tanah masuk sudah ada (sosialisasi),” paparnya.
Baca juga: Warga Prasejahtera di Penajam Paser Utara akan Diberi Lahan oleh Badan Bank Tanah
Hal senada juga diungkapkan Eko, warga yang menerima ganti tanam tumbuh sekaligus calon subjek penerima RA.
Ia menaruh asa jika kedepannya kehadiran Badan Bank Tanah bersama stakeholder lain dapat semakin memajukan PPU.
“Alhamdulillah, senang (terima penggantian tanam tumbuh). Nggak menyangka di lahan kita jadi Bandara IKN. Kita di Kelurahan Gersik, Jenebora dan Pantai Lango senang. Tidak menyangka lah di sini dijadikan bandara, dijadikan kota,” ungkapnya.
Eko mengaku mendapat ganti rugi tanam tumbuh senilai Rp40 juta lebih.
Uang tersebut sebagian telah ia gunakan untuk biaya pendidikan anaknya dan istrinya.
Eko percaya, kehadiran Badan Bank Tanah benar-benar dapat mewujudkan keadilan dan kepastian hak atas tanah bagi masyarakat.
“Nanti kita disini kan ke depan untuk anak cucu juga. Kalau diganti rugi sepenuhnya hilang nanti nggak punya tanah. Tanah semakin mahal,” terangnya .
Dirinya juga memastikan bahwa Badan Bank Tanah selalu melakukan komunikasi secara persuasif kepada masyarakat.
“Tidak benar (mengintimidasi). Alhamdulillah, selama ini Bank Tanah sama masyarakat baik, bagus. Ibaratnya dikasih solusi bagaimana lahan ini agar jadi hak masyarakat,” pungkas dia. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241103_HPL-milik-Badan-Bank-Tanah-di-Kabupaten-Penajam-Paser-Utara.jpg)