Kamis, 9 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Tingkatkan Pengawasan BBM Bersubsidi, Dishub Samarinda Optimalisasi Fuel Card

Tingkatkan pengawasan BBM bersubsidi, Dishub Samarinda optimalisasi penggunaan Fuel Card.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
HO/Pertamina
Dishub Samarinda mengeluarkan Fuel Card BBM bersubsidi. Kartu ini hanya bisa digunakan pada kendaraan yang telah memenuhi persyaratan registrasi ulang dan uji KIR berkala dengan tujuan memastikan distribusi BBM subsidi tepat sasaran. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda terus berupaya mengoptimalkan sistem pengendalian distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi melalui program Fuel Card

Sebagai bagian dari tim pengendali inflasi di Samarinda, Dishub fokus mengawasi kuota BBM bersubsidi di sektor transportasi untuk memastikan subsidi tepat sasaran. 

Kepala Dishub Samarinda, Hotmarulitua Manalu menyampaikan, program Fuel Card sebenarnya sudah diluncurkan sejak tahun 2022 dan terus dievaluasi untuk meningkatkan efektivitasnya.

Tujuannya, memastikan pembelian BBM bersubsidi dilakukan dengan prosedur yang terintegrasi. 

"Kami juga telah bekerja sama dengan Pertamina dan BRI, dan melakukan soft launching mesin EDC di SPBU Tanah Merah pada Oktober lalu,” jelas Manalu, Senin (4/11/2024).

Baca juga: Ganggu Arus Lalu Lintas, Dishub Samarinda Usulkan Perubahan Fungsi Kawasan Industri Jalan Ir Sutami

Melalui program ini, setiap SPBU akan dilengkapi dengan mesin EDC yang memungkinkan transaksi solar atau BBM bersubsidi menggunakan kartu.

Untuk menggunakan kartu ini, pemilik kendaraan diwajibkan melakukan registrasi ulang dan memperbarui Fuel Card mereka ke edisi terbaru.

Namun, Manalu mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan program ini, Dishub menemukan adanya indikasi penyalahgunaan kartu. 

“Beberapa pengemudi menggunakan satu Fuel Card untuk beberapa kendaraan. Alasan yang sering diberikan adalah mereka memiliki lebih dari satu kendaraan, sehingga pembelian BBM dilakukan setiap hari,” jelasnya. 

Merespons hal tersebut, pihaknya pun segera meminta riwayat pembelian BBM dari setiap kendaraan dan menemukan ada beberapa kendaraan yang membeli BBM hampir setiap hari.

Pasalnya, hal tersebut tak sesuai dengan mekanisme perhitungan secara standar.

“Jika mengacu pada perhitungan, kendaraan roda empat berbahan bakar solar yang mengonsumsi 1 liter untuk jarak 3 km seharusnya dapat menempuh 120 km dengan pembelian 40 liter. Temuan ini menjadi bahan evaluasi kami,” ujarnya.

Baca juga: Dishub Samarinda akan Tindak Kendaraan Besar yang Parkir di Ruas Jalan Berhari-hari

Selain itu, Dishub juga mengidentifikasi adanya kartu palsu.

Beberapa pihak diketahui membuat kartu e-money dengan branding yang menyerupai Fuel Card asli.

Bahkan beberapa pihak memanfaatkan celah dengan membuat Fuel Card di kota lain demi menghindari persyaratan yang ketat di Samarinda

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved