Berita Pemkab Kutim

Kecamatan Sangkulirang Upayakan Penurunan Emisi Karbon, Cegah Karhutla hingga Simulasi Kebakaran 

Sejumlah warga kecamatan Sangkulirang yang turut aktif dalam beberapa kelompok masyarakat peduli lingkungan, termasuk Masyarakat Peduli Api

Penulis: Ardiana | Editor: Nur Pratama
HO Pemerintah Desa Tepian Terap 
Salah Satu Desa yang Mensosialisasikan Pentingnya Pelestarian Lingkungan pada Masyarakat. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Sejumlah masyarakat Kutai Timur turut berupaya melestarikan lingkungan demi penurunan emisi karbon

Salah satunya, sejumlah warga kecamatan Sangkulirang yang turut aktif dalam beberapa kelompok masyarakat peduli lingkungan, termasuk Masyarakat Peduli Api (MPA). 

Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Camat Sangkulirang, Cipto Bintoro. Kelompok masyarakat tersebut kerap melakukan sosialisasi Penggunaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). 

Termasuk juga, upaya pencegahan kebakaran lahan dan hutan ,serta simulasi pemadaman kebakaran pada masyarakat dan petani. 

Baca juga: Hadiri Lomba Teater se-Kutim, Kadispora Janji Berikan Wadah Kreativitas untuk Generasi Muda 

Tak hanya itu, mereka juga melakukan sosialisasi pelestarian lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan gerakan penanaman pohon. 

"Selain bekerja sebagai petani, nelayan, karyawan perusahaan hingga berdagang, masyarakatnya juga turut aktif, mereka juga aktif sosialisasi terkait menjaga lingkungan," ungkapnya, Minggu (10/11/2024). 

Terlebih, kata dia, 13 desa di kecamatan juga mendapatkan alokasi dana senilai Rp 305.180.000 dalam program Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund (FCPF-CF) yang didukung oleh Bank Dunia. 

13 desa tersebut diantaranya, Desa Benua Baru, Desa Benua Baru Ulu, Desa Kerayaan, Desa Kolek, Desa Maloy, Desa Mandu Dalam, serta Desa Mandu Pantai Sejahtera. 

Termasuk juga, Desa Pelawan, Desa Peridan, Desa Saka, Desa Sempayau, Desa Tanjung Manis, hingga Desa Tepian Terap.

Dengan begitu, ia berharap, upaya yang dilakukan masyarakat akan semakin mudah dalam melestarikan lingkungan dan menurunkan emisi gas rumah kaca. 

"Semoga, masyarakat lebih mengerti tentang arti pemeliharaan lingkungan hidup, fungsinya dan dampaknya apabila terjadi degradasi hutan," jelasnya

"Masyarakat juga semakin menyadari untuk tetap melestarikan lingkungan hidup dengan tidak sembarang membakar hutan atau lahan dan tidak menebang sembarang phon yang harusnya di lestarikan" pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved