Berita Kaltim Terkini
3 Daerah di Kaltim Tertinggi Terjadi Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur masih terjadi di beberapa daerah di Kalimantan Timur.
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kalimantan Timur masih terjadi. Berikut ada beberapa daerah yang dianggap tinggi kasusnya.
Ada tiga daerah di Kalimantan Timur yang tertinggi untuk kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak
Merujuk pada data aplikasi Sistem Informasi Online Perlindungan Perempuan dan Anak (Simfoni PPA) sampai pada Oktober 2024, terdapat 810 kasus kekerasan terjadi di Provinsi Kalimantan Timur.
Kota Samarinda menjadi daerah yang mencatatkan kasus tertinggi dengan angka 198 kasus.
Baca juga: 6 Dampak Buruk dari Tindakan Kekerasan Asusila versi Psikolog Balikpapan
Kemudian berikutnya ada Kota Balikpapan 140 kasus dan disusul Kota Bontang 116 kasus.
Daerah terendah yakni Kabupaten Mahakam Ulu, 4 kasus yang tercatat.
Menanggapi ini, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Akmal Malik mengatakan, pentingnya memahami akar masalah sebelum mengambil langkah penanganan pada kasus kekerasan perempuan dan anak.
“Kita tidak bisa hanya jadi tempat penampungan masalah. Harus ada pemetaan masalah yang mendalam untuk menemukan solusi tepat,” tegasnya Rabu (4/12/2024).
Selama ini, langkah–langkah yang sudah dilakukan menurut Akmal Malik masih konvensional, kurang efektif dan tidak menyentuh akar masalah.
Menurutnya, mengurus korban mesti mencari tahu akar masalah, sebab utama terjadinya kekerasan.
Baca juga: 3 Langkah Pertolongan Pertama pada Korban Kekerasan Asusila di Kaltim ala Psikolog dari Balikpapan
Ia ingin dinas terkait, mampu memulai langkah deteksi akar masalah.
Misalnya, mengetahui hubungan antara kekerasan dengan tingkat kemiskinan, pendidikan, dan kurangnya ruang publik.
“Pendekatan konvensional harus kita ubah menjadi kolaborasi yang sinergi, berbagai pihak bekerja bersama untuk menuntaskan masalah ini,” harapnya.
Pemerintah daerah juga akan terus berupaya mengambil tindakan.
Melihat data yang ada, kawasan perkotaan justru cenderung menjadi lokasi utama terjadinya kekerasan dibanding daerah pedesaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20241205_Korban-Asusila-Anak.jpg)