Berita Nasional Terkini
3 Manfaat Energi Baru Terbarukan versi MeTSi UGM, Gen Z Berhadapan Langsung Transisi Energi Ini
Terungkap 3 manfaat energi baru dan terbarukan, yang tentu saja Gen Z ini berhadapan langsung dengan konsep transisi
TRIBUNKALTIM.CO, YOGYAKARTA - Terungkap 3 manfaat energi baru dan terbarukan, yang tentu saja Gen Z ini berhadapan langsung dengan konsep transisi energi ini.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, Kaprodi Magister Teknik Sistem (MeTSi), FT UGM yang dikutip dari TribunJogja pada Sabtu (28/12/2024).
Dijelaskan, isu transisi energi saat ini semakin berkembang, sejalan dengan semakin tidak terkendalinya efek perubahan iklim dan efek gas rumah kaca.
Transisi energi dapat diartikan sebagai pergeseran peran energi tidak terbarukan (ETT), berbasis fosil (minyak, gas alam dan batu bara) menuju ke sumber energi baru dan terbarukan (EBT), seperti:
- Energi surya;
- Air (hidroenergi);
- Laut (oseanik);
- Angin;
- Panas bumi;
- Biomassa;
- Biodiesel;
- Bioetanol;
- Biogas;
- dan Hidrogen.
Banyak keuntungan dari penggunaan EBT, seperti:
- Ramah lingkungan;
- Meningkatkan ketahanan energi;
- dan mendukung pembangunan ekonomi hijau.
"Di Indonesia, sumber EBT tersedia sangat melimpah dan ini merupakan modal utama untuk mengaplikasikan ekosistem transisi energi menuju NZE (net zero emission) pada tahun 2060," ujar Prof. Dr.Eng. Ir. Arief Budiman, Kaprodi Magister Teknik Sistem (MeTSi), FT UGM.
Baca juga: Pemprov Kaltim Persiapkan Peningkatan Energi Baru Terbarukan
Sementara itu, gen Z adalah generasi yang berhadapan langsung dengan era menuju nol-karbon ini.
“Sebagai generasi yang hidup di era transisi energi, haruslah menjadi generasi pendorong ekosistem transisi energi. Jangan malah menjadi beban perlambatan transisi energi. Jika anda lulusan S1/D4 dari berbagai fakultas di Perguruan Tinggi, mari bergabung dengan MeTSi, FT UGM. Kurikulum MeTSi bersifat interdisiplin sain dan teknologi yang ada di FT UGM,” imbuh Arief.
Untuk konsentrasi Teknik Sistem EBT, topik tesis yang bisa dikerjakan antara lain meliputi proses & teknologi EBT, dampak aplikasi EBT, dan kebijakan EBT.
Proses & teknologi EBT, seperti rancang bangun PLTS, co-firing biomassa pada PLTU batu bara, CCUS (carbon capture, utilizaton and storage) dengan mikroalga, pengembangan biodiesel dan bioetanol dari mikroalga, tekno ekonomi pengembangan biogas dari sampah kota, dan sebagainya.
Selanjutnya, dampak aplikasi EBT seperti LCA (life cycle assessment) bioavtur J2.4 dari mikroalga, dampak ekonomi pendirian PLTS terapung, dan lain-lain.
Baca juga: Pasokan Listrik Tenaga Surya di Jepang Meningkat, Penerapan Energi Baru Terbarukan
Kebijakan EBT seperti kajian teknologi dan insentif biodiesel generasi ke 3, strategi pengembangan EBT di daerah 3T, dan lain-lain.
“Topik-topik tesis di MeTSi sangat memberi warna ekosistem transisi energi di Indonesia,” pungkas Arief.
Selain konsentrasi Energi Baru Terbarukan (EBT), MeTSi juga memiliki konsentrasi lain yang mendukung pengembangan teknologi dan sistem di berbagai sektor.
Konsentrasi tersebut meliputi Industri, Lingkungan, dan Pemasaran Digital.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.