Berita Kaltim Terkini
Andi Harun dan Edi Damansyah Kompak Dukung Program Presiden Prabowo di Samarinda dan Kukar
Andi Harun dan Edi Damansyah kompak dukung program Presiden Prabowo Subianto di Samarinda dan Kukar. Adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Penulis: Kun | Editor: Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Andi Harun dan Edi Damansyah kompak dukung program Presiden Prabowo Subianto di Samarinda dan Kukar.
Adalah program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pemerintah pusat.
Diketahui, program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan mulai dilaksanakan pada tahun ini di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Sebelumnya di tahun 2024, setiap daerah setidaknya telah menguji coba program ini dengan menyasar ke sejumlah sekolah, seperti yang juga dilakukan di Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa program nasional MBG ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas gizi siswa, terutama yang berasal dari kelompok ekonomi rentan dan miskin.
Menurutnya, rendahnya literasi anak seringkali terkait dengan kurangnya asupan gizi yang memadai.
Baca juga: 134.000 Siswa di Samarinda Segera Nikmati Program Makan Bergizi Gratis, Dapur Sehat Jadi Kunci
"Sebagaimana dasar pelaksanaan program ini karena memang kondisi literasi anak kita pun masih rendah, dan salah satu di antaranya karena soal asupan, itu sebabnya perlu ada perbaikan gizi anak-anak," ungkap Andi Harun.
Program ini juga, lanjut Andi Harun, sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) terkait pencegahan dan penanggulangan stunting.
Atas hal inilah, orang nomor satu di Samarinda ini meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat, untuk menyambut program ini secara positif dan memberikan dukungan penuh.
Terkait kekhawatiran pemilik kantin sekolah terhadap keberlangsungan usaha mereka, Wali Kota Andi Harun memastikan bahwa tidak ada yang perlu dirisaukan.
Baca juga: Bulog Siap Pasok Program Makan Bergizi Gratis di Samarinda
Justru ini bisa jadi parameter bagi sekolah bahwa ada standar makanan. sehingga nanti kantin yang ada di sekolah tidak harus tutup.
"Mereka masih bisa tetap jualan lainnya, juga bisa dilibatkan dalam distribusi makanan pada siswa," ujar Walikota Andi Harun.
Di samping itu juga, menurut Andi Harun program MBG ini dapat menjadi momentum bagi kantin sekolah untuk meningkatkan kualitas makanan dan minuman yang akan dijajakan kepada para siswa.
Sehingga, kantin sekolah dapat menjadikan ini sebagai peluang untuk beradaptasi dengan standar gizi nasional.
"Jadi jangan dipikirkan kalau program ini berjalan lantas kantin yang ada tutup, tidak, karena kantin tetap berjalan," tutup Walikota Andi Harun.
Baca juga: Tanggapan Walikota Samarinda Andi Harun soal Mutasi Kapolresta Kombespol Ary Fadli
Edi Damansyah Bakal Subsidi Program Makan Siang Bergizi Gratis di Kukar
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah, menyatakan komitmennya untuk memberikan subsidi pada program makan siang bergizi gratis sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting di wilayah Kukar.
Rencana ini dalam rangka integrasi program nasional makan siang bergizi gratis dengan program daerah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal.
Edi menyoroti perbedaan kondisi biaya hidup di Kukar dibandingkan daerah lain di Indonesia. Ia menyebut anggaran Rp10 ribu per porsi yang ditetapkan dalam program nasional mungkin cukup di Pulau Jawa, tetapi tidak relevan di Kukar karena tingginya biaya bahan makanan lokal.
“Anggaran Rp10 ribu per porsi ini belum tentu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi di daerah kita. Oleh karena itu, subsidi dari Pemkab Kukar diperlukan agar program ini bisa berjalan optimal,” ungkap Edi, Kamis (2/1/2025).
Bupati Edi menjelaskan bahwa program makan siang bergizi gratis tidak hanya ditujukan untuk anak-anak, tetapi juga untuk balita dan lansia yang membutuhkan asupan gizi tambahan.
Hal ini, menurutnya, merupakan langkah strategis untuk mengatasi persoalan kesehatan masyarakat, terutama stunting.
“Manfaat program ini harus meluas. Tidak hanya untuk anak-anak sekolah, tetapi juga balita dan lansia, yang merupakan kelompok rentan dalam masyarakat kita,” tambahnya.
Edi mengusulkan integrasi antara program nasional dan daerah untuk memastikan efektivitas pelaksanaan di Kukar. Ia menyebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dandim 0906/KKR, untuk mendiskusikan strategi terbaik.
“Ke depan, saya akan berdiskusi dengan Pak Dandim untuk merumuskan bagaimana program nasional dan daerah ini bisa terintegrasi dengan baik,” jelas Edi.
Baca juga: Persiapan Program MBG 2025, Walikota Samarinda Andi Harun: Pentingnya Koordinasi Lintas Sektor
Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Dengan melibatkan berbagai pihak, Pemkab Kukar berharap program ini dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain aspek anggaran, Edi juga menekankan pentingnya kualitas gizi dalam makanan yang disediakan melalui program ini.
Ia menyebut bahwa makanan yang diberikan harus memenuhi standar gizi yang sesuai untuk memastikan penerima manfaat benar-benar merasakan dampak positif.
“Tidak hanya soal kuantitas, tetapi kualitas makanan juga harus diperhatikan. Makanan bergizi yang disediakan harus benar-benar memberikan manfaat kesehatan yang signifikan,” tegas Edi.
Program makan siang bergizi gratis ini menjadi salah satu langkah strategis Pemkab Kukar untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.
Baca juga: Andi Harun Reposisi ASN di Tahun 2025, Rotasi Jabatan Mulai dari Level Manajemen hingga Teknis
Dengan memastikan asupan gizi yang baik bagi anak-anak, balita, dan lansia, diharapkan prevalensi stunting dapat ditekan secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
“Ini adalah bagian dari upaya besar kita untuk membangun generasi Kukar yang sehat dan berkualitas. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak-anak yang tumbuh dalam kondisi kurang gizi,” tutup Edi.
Dengan dukungan dari berbagai pihak dan alokasi anggaran yang memadai, Pemkab Kukar optimis program ini dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru daerah. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.