Berita Samarinda Terkini
Makan Bergizi Gratis di Samarinda Ditunda Lagi, Ini Kata Walikota Andi Harun
Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dimulai pada 6 Januari 2025 lalu
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Program strategis nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dimulai pada 6 Januari 2025 lalu.
Hanya saja, tak semua daerah melaksanakannya dengan serentak, khususnya di Kota Samarinda yang hingga saat ini belum juga berjalan.
Awalnya, Kota Samarinda sendiri berencana memulai program ini pada 13 Januari lalu.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda Asli Nuryadin mengungkapkan bahwa rencana tersebut kembali tertunda, sebab diketahui masih ada proses administrasi yang mesti harus dituntaskan.
"Saya menerima informasi bahwa sementara ditunda lagi oleh tim SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi)," ungkapnya belum lama ini.
Baca juga: Alasan Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Ditunda, Tahap Pertama di 7 Sekolah di Balikpapan Selatan
Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Kaltim Masih Sebatas Simulasi, Kadisdikbud: Kita Belum Terima Juknis
Namun disamping itu, Asli mengatakan bahwa program nasional ini nantinya akan mencakup seluruh siswa sekolah, termasuk sekolah swasta yang ada di Kota Samarinda.
"Baik di sekolah negeri maupun swasta, asal persiapannya matang semua siswa akan mendapatkan manfaatnya," ujar Asli.
Sementara itu, Walikota Samarinda, Andi Harun, juga memberikan pernyataan terkait tertundanya pelaksanaan program ini.
Menurutnya, pemerintah kota selalu mendukung program nasional ini, sesuai dengan arahan pemerintah pusat.
"Kita pada prinsipnya di pemerintah kota tegak lurus dengan pemerintah pusat, kalau misalnya ada kurangnya, selayaknya pemerintah daerah ikut membantu," ungkap Andi Harun.
Di samping itu, Andi Harun juga menanggapi soal perbedaan harga yang muncul dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, perbedaan harga bukanlah alasan untuk meragukan keberhasilan program ini.
Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Tertunda, Tunggu Finalisasi Teknis Jasa Katering
Hanya saja untuk saat ini, Pemkot Samarinda masih terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Dandim, untuk memastikan kesuksesan pelaksanaan program MBG di Kota Samarinda.
"Soal perbedaan harga, saya yakin dengan anggaran Rp 10 ribu pun sudah cukup bergizi. Namun, kita tidak bisa menilai hanya dari satu aspek saja," pungkas Andi Harun. (*)
| Samsat Malam Samarinda Square Kembali Beroperasi, Layanan Pajak Dibuka Hingga Malam |
|
|---|
| Meski WFH Diberlakukan, Samsat Samarinda Pastikan Layanan Pajak Kendaraan Tetap Beroperasi Normal |
|
|---|
| Uji Coba Insinerator Samarinda Masih Terbatas, Petugas Hadapi Tantangan Teknis |
|
|---|
| Insinerator Samarinda Mulai Beroperasi, Sampah Campur Jadi Kendala Utama |
|
|---|
| DLH Samarinda Terapkan Operasional Khusus untuk Truk Sampah yang Sudah Tua, Layani Rute Pendek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250114-Program-Makan-Bergizi-Gratis-MBG.jpg)