Berita Samarinda Terkini
Kisah Napi Lapas Samarinda Sulap Lahan Sempit Jadi Lumbung Pangan
Bagi sebagian besar orang, dinding-dinding itu adalah simbol dari ruang gerak yang mati. Sebuah tempat di mana manusia dikurung 24 jam
Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Dari luar, gedung itu tampak kokoh sekaligus tampak terlihat mengintimidasi.
Pagar tinggi berbalut kawat duri menjadi sekat pemisah yang tegas dengan dunia luar.
Berdiri di atas lahan yang terbilang mungil untuk ukuran tempat penahanan hanya sekitar 1.500 meter persegi, Lapas Kelas IIA Samarinda yang berada di jalan Jenderal Sudirman itu, benar-benar terjepit di tengah padatnya pemukiman penduduk serta diapit oleh megahnya bangunan Gereja Katedral dan kompleks sekolah.
Bagi sebagian besar orang, dinding-dinding itu adalah simbol dari ruang gerak yang mati. Sebuah tempat di mana manusia dikurung 24 jam penuh tanpa bisa berbuat apa-apa.
Namun, jika melangkah lebih dalam ke bagian belakang dan samping kiri kanan lapas, asumsi itu seketika runtuh. Di atas lahan sempit yang lebarnya hanya berkisar satu hingga dua meter, bahkan permukaannya sudah tertutup semenisasi itu kehidupan justru sedang berdenyut dengan cara yang unik.
Keterbatasan ruang nyata-nyatanya tidak memasung kreativitas.
Baca juga: Terima 48 WBP Baru, Lapas Samarinda Kelebihan Penghuni hingga 300 Persen
Di bawah instruksi Kepala Lapas Yohanis Varianto, lorong-lorong sempit yang tersisa dioptimalkan menjadi area ketahanan pangan yang luar biasa.
Di samping kiri dan belakang, instalasi hidroponik berdiri rapi, memamerkan hijaunya sayur pakcoy dan seledri yang segar, berdampingan dengan rimbunnya tanaman lombok yang baru.
Disisi yang sama, terdapat kolam-kolam ikan minimalis yang menjadi rumah bagi sekitar 2.000 ekor bibit ikan lele.
Sementara di sudut bagian belang terdengar riuh suara 50 ekor ayam petelur yang setiap harinya produktif menghasilkan sekitar 35 butir telur.
Tak hanya itu, mereka juga sedang bangun kandag ayam kampung sepanjang sisi kana Lapas itu.
"Kami mengoptimalkan lahan yang ada atas perintah Bapak Kalapas," ujar Gunawan, Kasi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Samarinda.
Sistem pengelolaannya pun dibuat rapi. Hasil panen sayur, ikan, dan telur ini nantinya dipasarkan untuk kebutuhan internal lapas.
"Kita ada dapur yang bekerja sama dengan pihak ketiga, jadi kita setor ke sana. Kalau panennya sedang sedikit, kita distribusikan lewat koperasi lapas untuk dikonsumsi sendiri," tambah Gunawan.
Seluruh roda produktivitas di gang sempit ini digerakkan oleh jemari para warga binaan. Ada tujuh narapidana yang terpilih, dua orang di peternakan, dua di hidroponik, dan lainnya lagi di bagian perikanan.
| Disdikbud Samarinda Ingatkan Orangtua Pantau Jadwal SPMB 2026, Ini Jadwal Lengkapnya |
|
|---|
| Kondisi Fiskal Sulit, Begini Siasat Walikota Andi Harun Tuntaskan 26 Hektare Kawasan Kumuh Samarinda |
|
|---|
| Terima 48 WBP Baru, Lapas Samarinda Kelebihan Penghuni hingga 300 Persen |
|
|---|
| 48 WBP Baru Dipindah ke Lapas Samarinda, Jalani Skrining dan Mapenaling |
|
|---|
| Samarinda Siaga Begal, Polisi Maksimalkan Patroli dan Pengawasan CCTV 24 Jam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260528-peternakan-ayam.jpg)