Jumat, 29 Mei 2026

Berita Samarinda Terkini

Samarinda Kekurangan 700 Guru, Disdikbud Maksimalkan Tenaga Pengajar yang Ada

Samarinda kekurangan lebih dari 700 guru, sekolah terpaksa memaksimalkan tenaga pendidik yang tersedia

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/Raynaldi Paskalis
KEKURANGAN GURU SAMARINDA - Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Samarinda, Ibnu Araby, menyebut kekurangan guru yang terjadi saat ini di Samarinda disiasati dengan memaksimalkan tenaga pendidik yang tersedia. (TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

Ringkasan Berita:
  • Samarinda mengalami kekurangan guru lebih dari 700 orang.
  • Sekolah mengandalkan guru rangkap tugas agar belajar mengajar tetap berjalan.
  • Disdikbud belum bisa menambah guru baru karena keterbatasan anggaran.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kota Samarinda saat ini tengah menghadapi persoalan kekurangan guru untuk mengajar di sekolah.

Angka kekurangan tenaga pendidik tersebut dilaporkan cukup signifikan, yakni mencapai lebih dari 700 orang.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Samarinda, Ibnu Araby, tidak menampik kondisi tersebut.

Dia bilang, angka kekurangan itu sudah tercatat dan menjadi perhatian serius pihaknya.

"Yang jelas kita akan antisipasi itu, yang jelas itu catatan kita, sampai akhir tahun ini itu memang kurangnya sekian," ujar Ibnu, Kamis (28/5/2026).

Baca juga: Kisah Napi Lapas Samarinda Sulap Lahan Sempit Jadi Lumbung Pangan

Sekolah Maksimalkan Guru yang Ada

Meski defisit guru terbilang besar, aktivitas belajar mengajar di sekolah belum sepenuhnya terganggu. Kekosongan yang ada selama ini ditutupi oleh guru-guru yang sudah ada di sekolah.

Di tingkat Sekolah Dasar misalnya, ketika seorang guru kelas atau guru mata pelajaran tertentu tidak tersedia, posisinya diisi oleh guru mata pelajaran lain atau guru piket yang bertugas di sekolah tersebut.

Cara ini memang menjaga kelas tetap terisi, namun ada konsekuensi yang harus ditanggung para guru.

Jam belajar siswa tidak bisa diperpanjang, sehingga yang bertambah justru jam mengajar para guru yang merangkap tugas tersebut.

"Akhirnya dia yang harusnya mengajar satu minggu itu 8 jam kayaknya, karena membantu teman yang lain yang tidak ada gurunya atau kosong gurunya, dia mau-mau ya nambah jamnya," kata Ibnu.

Baca juga: Penjualan Bumbu di Pasar Segiri Samarinda Naik saat Idul Adha, Bumbu Rendang dan Rawon Paling Laris

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan di Samarinda. Beban tambahan yang diterima guru berpotensi memengaruhi efektivitas pembelajaran apabila berlangsung dalam waktu panjang.

Pendataan dan Solusi Masih Dibahas

Terkait pemetaan sekolah-sekolah yang mengalami kekurangan guru, Ibnu menyebut proses pendataan masih berjalan.

Isu ini pun sebelumnya sudah sempat diangkat dalam forum hearing bersama DPRD Samarinda belum lama ini.

Untuk target penambahan guru tahun ini, Ibnu mengaku belum bisa memberikan angka pasti.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved