HUT Balikpapan 2025

Gratis! Link Download Logo dan Poster HUT Balikpapan 2025 untuk Instansi Lengkap dengan Cara Pasang

Inilah link download logo dan poster HUT Balikpapan 2025 lengkap dengan tema yang diusung tahun ini untuk instansi.

Dok. Pemkot Balikpapan
HUT Balikpapan 2025 - Inilah link download logo dan poster HUT Balikpapan 2025 lengkap dengan tema yang diusung tahun ini untuk instansi. 

Eksplorasi dimulai di kaki Gunung Komendur, dan pada 10 Februari 1897, pengeboran pertama menghasilkan minyak komersial pada kedalaman 220 meter.

JH Menten, yang bertanggung jawab atas pengeboran tersebut, menamai sumur tersebut Mathilda, sesuai dengan nama putrinya.

Hari tersebut kini diakui sebagai hari jadi Kota Balikpapan yaitu 7 Februari.

Baca juga: Tahap Awal Ada 7 Sekolah di Balikpapan Selatan Penerima Program Makan Bergizi Gratis di Kota Minyak

Pertumbuhan Balikpapan terkait erat dengan penemuan dan pengeboran minyak.

Minat ini menarik banyak pendatang dari berbagai wilayah, terutama pekerja pengebor dari Jawa, serta imigran dari China dan India.

Mereka menjadi penduduk awal di desa Tukung (Klandasan) dan Jumpi (Kampung Baru), membentuk akar sebagian besar masyarakat Balikpapan.

Selain itu, keberadaan minyak khususnya minyak tanah atau "lantung" menjadi dorongan bagi pedagang dari Kerajaan Banjar di Banjarmasin dan Bone di Sulawesi Selatan untuk berdagang dan menetap di Balikpapan.

Hingga saat ini, Balikpapan telah tumbuh menjadi Kota Minyak yang menghasilkan sekitar 86 juta barel minyak per tahun.

Asal-usul Balikpapan

Beberapa versi cerita menjelaskan asal-usul nama Balikpapan, salah satunya mengaitkannya dengan kata Bilipapan, yang diasosiasikan dengan sebuah komunitas pedesaan di Teluk Balikpapan.

Cerita lain memberikan beberapa versi tambahan tentang asal-usul nama tersebut.

Salah satu versi mencatat peristiwa pada tahun 1739, saat Sultan Muhammad Idris dari Kerajaan Kutai memerintahkan penduduk sepanjang Teluk Balikpapan untuk menyumbangkan bahan bangunan guna pembangunan istana baru di Kutai Lama.

Penduduk menyumbangkan 1.000 lembar papan yang diikat menjadi rakit untuk dibawa ke Kutai Lama.

Namun, 10 keping papan lepas dalam perjalanan dan hanyut ke tempat yang sekarang disebut Jenebora.

Nama Balikpapan kemudian diberikan, bermakna "Baliklah-papan itu" atau papan yang kembali yang tidak ikut disumbangkan dalam Bahasa Kutai.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved