Berita Balikpapan Terkini
3 Komoditi jadi Program Target Swasembada Pangan Balikpapan, Selama Ini Bergantung pada Jawa
Di antaranya pasokan pangan yang masih bergantung pada luar daerah Kota Balikpapan. Pasokan didatangkan dari Sulawesi dan Jawa
Penulis: Ilo | Editor: Budi Susilo
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Balikpapan, Fauzi Adi Firmansyah, yang didampingi Wakil Ketua Komisi Siswanto dan Sekretaris Komisi Taufik Qul Rahman.
Baca juga: Sinergi Antar OPD Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Ladang Padi di Mahakam Ulu Kaltim
Hadir pula Kepala DP3 Balikpapan, Sri Wahjuningsih, untuk memberikan pemaparan terkait kondisi terkini RPH dan upaya peningkatan ketahanan pangan.
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi II, Fauzi Adi Firmansyah, yang akrab disapa Adi, menyoroti kondisi RPH di Graha Indah yang dinilai belum memenuhi standar.
Menurutnya, DP3 telah melakukan kajian untuk memodernisasi fasilitas tersebut agar lebih layak dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“RPH di Graha Indah saat ini dinilai belum layak. Oleh karena itu, ada kajian dari DP3 untuk memodernisasinya agar memenuhi standar,” ujar Fauzi Adi Firmansyah, Sabtu (25/1/2025).
Sebagai bentuk pengawasan, Komisi II DPRD Balikpapan merekomendasikan agar DP3 memberikan laporan perkembangan program modernisasi RPH secara rutin setiap tiga bulan sekali.
Baca juga: Gugus Tugas Polri Ketahanan Pangan Diluncurkan, Petani Lamaru Balikpapan Dapat Bantuan Bibit
Langkah ini bertujuan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana.
“Kami berharap ini bisa berjalan secara baik. Dengan adanya laporan rutin, kami bisa mengikuti perkembangan dan memastikan program ini sesuai target,” tambahnya.
(TribunKaltim.co/Zainal M)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.