Tribun Kaltim Hari Ini
Mahasiswi Cantik dari Western Sydney University Terkesan dengan Tane’ Olen Malinau
Objek wisata di Tane' Olen, Desa Wisata Setulang, Malinau, Kalimantan Utara kembali menerima kunjungan dari wisatawan mancanegara pada awal tahun 2025
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Diah Anggraeni
TRIBUNKALTIM.CO, MALINAU - Objek wisata di Tane' Olen, Desa Wisata Setulang, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, kembali menerima kunjungan dari wisatawan mancanegara pada awal tahun 2025.
Tane' Olen merupakan warisan khas masyarakat Dayak Kenyah di Malinau Selatan Hilir yang dikenal sebagai hutan cadangan pada masa lalu dan masih bertahan hingga saat ini.
Potensi wisata alam ini kerap menuai pujian dari pengunjung dan jadi rekomendasi sebagai destinasi yang tepat untuk studi, liburan, dan wisata alam.
Salah satu yang memuji pariwsata Desa Wisata Setulang berasal dari mahasiswi Western Sydney University Australia, Maya.
Dia mengaku takjub dengan kemurnian warisan kawasan Tane' Olen.
Baca juga: Polres Malinau Gelar Pasar Murah, 500 Paket Sembako Habis dalam Sejam
Rombongannya telah menghabiskan waktu sekitar 10 hari di Desa Wisata Setulang.
Dia punya alasan tersendiri bahwa kawasan wisata ini jadi rekomendasi yang pas untuk berwisata.
Mulai dari pengelolaan yang prima terhadap pengunjung, keramahan masyarakat, hingga terjaganya sajian wisata utama, Tane' Olen.
"Saya baru saja menyelesaikan perjalanan di Tane' Olen. Ini adalah tempat paling berkesan yang pernah saya kunjungi. Kultur, masyarakat, hingga pengelolaannya luar biasa," ujar Maya, Kamis (6/2/2025).
Mahasiswi yang tengah menekuni disiplin ilmu zoologi ini mendapatkan banyak rencana riset baru setelah mengamati alam di Tane' Olen.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Maya adalah keramahan masyarakat.
Pengunjung tidak hanya diperlakukan sebagai tamu, tetapi lebih dari itu, seperti bagian dari keluarga.
Jika diberi kesempatan, diia ingin kembali mengunjungi Desa Setulang bersama keluarganya.
"Saya sangat merekomendasikan berkunjung ke sini (Setulang). Bentang alamnya indah, satwanya beragam, semuanya masih sangat alami," ucapnya.
Maya bersama 18 mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Western Sydney University telah melaksanakan studi lapangan di Desa Wisata Setulang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Mahasiswi-Western-Sydney-University-Maya.jpg)