Berita Nasional Terkini
Rocky Gerung Terkejut, Luhut Bongkar Anggaran Bansos Rp 250 T di Era Jokowi tak Sampai ke Masyarakat
Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan, mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran di era Joko Widodo, buat Rocky Gerung kaget.
TRIBUNKALTIM.CO - Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan, mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak tepat sasaran di era Joko Widodo (Jokowi), membuat Rocky Gerung kaget.
Luhut Binsar Pandjaitan, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), blak-blakan mengenai penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran.
Dari Rp 500 Triliun anggaran bansos di era Jokowi, hanya Rp 250 Triliun yang tepat sasaran, sisanya tidak pernah sampai ke masyarakat yang berhak menerima.
Pernyataan Luhut, membuat pengamat politik, Rocky Gerung terkaget-kaget.
Baca juga: Tidak Boleh Kalah dari Malaysia, Luhut Ingin Family Office di Indonesia Jalan Februari 2025
Baca juga: Pelaksanaan Kenaikan Tarif PPN 12 Persen Hampir Pasti Ditunda, Luhut Ungkap Alasannya
"Ini sesuatu yang dahsyat karena separuh dari 500 triliun 250 triliun tidak tersalur itu itu yang betul-betul mencengangkan karena ini menyangkut tadi hak orang orang miskin," kata Rocky di channel Youtubenya, Rocky Gerung Official, tayang Senin (10/2/2025).
Rocky pun mendesak agar anggaran selama Presiden Jokowi menjabat diaudit.
Sebab, menurutnya, pernyataan Luhut bisa ditinjau secara pidana untuk mengklarifikasi potensi korupsi di dalamnya.
"Kelihatannya harus ada semacam dukungan publik atau dukungan moral publik untuk membongkar atau mengaudit kembali semua penggunaan anggaran selama Presiden Jokowi berkuasa."
"Ya tentu secara hukum orang bilang, ya kan Presiden Jokowi sudah mempertanggungjawabkan, Iya tetapi kalau itu urusan kriminal tidak ada pertanggungjawaban yang kaduluarsa karena karena korupsi. Jadi kalau terlihat jejak korupsi mau presidennya sudah selesai pun tetap dalam hukum pidana tidak ada kadaluarsanya," jelasnya.
Rocky menganggap pernyataan Luhut itu mengejutkan.
Sebab, Luhut merupakan orang kepercayaan Jokowi, Presiden ke-7 yang menjabat selama 2014-2024.
"Sangat mengejutkan karena yang mengucapkan itu adalah Luhut Binsar Pandjaitan, orang yang tahu tentang semua soal selama 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi."
Baca juga: Tom Lembong Pernah Berseteru dengan Luhut dan Bahlil Sebelum Jadi Tersangka Kasus Impor Gula
"Jadi kalau bansos yang nilainya 500 triliun hanya separuh yang tersalur dengan efektif, ini baru efektifnya ya belum soal pertanggungjawabannya, maka orang bertanya Kalau begitu yang separuh itu 250 triliun tersalur atau terkorupsi atau tidak tersalurkan, itu pertanyaan akuntansinya tuh," kata Rocky.
Mengutip Kompas.com, Luhut mengungkapkan, dari Rp 500 triliun nilai bansos yang disalurkan pada era Presiden Jokowi, hanya setengahnya yang sesuai sasaran.
“Selama lima tahun terakhir, saya melihat sendiri bagaimana efektivitas program perlindungan sosial menghadapi tantangan besar. Dari total Rp 500 triliun anggaran bansos, hanya separuh yang benar-benar sampai ke tangan yang berhak. Data ganda, penerima yang tidak memenuhi syarat, hingga mereka yang bahkan tidak memiliki NIK menjadi kendala utama,” ujar Luhut di Jakarta, Sabtu (8/2/2025)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.