Jumat, 17 April 2026

Berita Paser Terkini

DPRD Paser Masih Penjajakan untuk Penyusunan Raperda Kepemudaan 

Bapemperda DPRD Paser masih melakukan penjajakan dalam menyusun Raperda Kepemudaan

Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO/DPRD PASER
RAPERDA KEPEMUDAAN - Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Paser saat berkunjung ke Pusat Inovasi SmartID Kota Malang, pada Sabtu (15/2/2025). Audiensi tersebut guna mendengarkan pemaparan tentang Grand Design Kepemudaan Disporapar Paser. (TRIBUNKALTIM.CO/HO/DPRD PASER) 

TRIBUNKALTIM.CO,TANA PASER - Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) masih melakukan penjajakan dalam menyusun Raperda Kepemudaan yang diprakarsai Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Paser. 

Hal itu seiring dengan telah dilakukannya audiensi oleh sejumlah anggota DPRD Paser tentang Grand Design Kepemudaan dari Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser, pada 15 Februari lalu di Kota Malang. 

Kunjungan ke Pusat Inovasi Pariwisata, Pemuda dan Olahraga SmartID Kota Malang guna membahas proses penyusunan produk hukum daerah yang menjadi prakarsa DPRD melalui Bapemperda Paser tentang Raperda Kepemudaan

Sekretaris DPRD Paser, Muhammad Iskandar Zulkarnain mengatakan Disporapar Paser sebelumnya telah menyusun Grand Design Kepemudaan pada tahun 2024 dan tahun ini Bapemperda mengusulkan Raperda tentang pembangunan kepemudaan. 

Baca juga: Komisi I DPRD Paser Usulkan Pemecatan Direktur Perumdam Tirta Kandilo, Ini Alasannya

"Karena Disporapar Paser sudah memiliki grand design, DPRD Paser diundang untuk mendengarkan hasil pemaparan oleh pihak Universitas Brawijaya Malang sebagai perpanjangan tangan dari SmartID yang merupakan rekanan Disporapar Paser," terang Zulkarnain melalui sambungan telepon, Selasa (18/2/2025). 

Grand design kepemudaan oleh Disporapar Paser, bertujuan untuk mencetak pemuda-pemuda tangguh yang tak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki mental yang kuat. 

"Melalui kerja sama dengan pusat inovasi pariwisata, pemuda dan olahraga SmartID, harapan dari Disporapar Paser bisa menciptakan program pembentukan karakter yang lebih efektif," tambahnya. 

Program tersebut diharapkan DPRD Paser busa menciptakan arah kebijakan yang jelas dalam pemberdayaan pemuda melalui design. 

Dengan demikian, semua program kepemudaan akan memiliki pijakan yang terintegrasi, sekaligus mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam pembangunan pemuda. 

"Grand design kepemudaan bertujuan agar pembinaan dan pengembangan pemuda dapat berjalan selaras dengan berbagai kebijakan yang ada, sehingga pembangunan  pemuda di Paser dapat berjalan lebih terarah dan memberikan dampak positif bagi generasi muda," ungkapnya. 

Hanya saja, grand design dari Disporapar Paser tersebut belum bisa dipastikan untuk dijadikan acuan dalam penyusunan Raperda Pembangunan Kepemudaan. 

Bapemperda DPRD Paser akan rapat terlebih dahulu, guna memutuskan kajian tentang kepemudaan dari Disporapar Paser, dilanjutkan dengan menggunakan Grand Design yang disusun dalam SmartID atau menggunakan Lembaga Penelitian Masyarakat (LPM) yang lain. 

Baca juga: Anggota DPRD Paser Tinjau Jalan Alternatif di Desa Busui Paser Pasca Ambruknya Jembatan Busui

"Belum diputuskan, dalam artian Bapemperda masih dalam penjajakan dalam menyusun Raperda pembangunan kepemudaan dan hasil audiensi itu akan menjadi bahan diskusi beberapa minggu lagi oleh Bapemperda," tutup Zulkarnain. 

Sekedar diketahui, saat audiensi tentang Grand Design Kepemudaan di Kota Malang dihadiri sejumlah anggota DPRD Paser, diantaranya Burhanuddin, Andi Muhammad Rizal Ashari, Zulfikar Yusliskatin, Acong Asfiyek, Basri, Ilham Chalid, Nasir, Kasri, Hamsi, Edwin Santoso dan Nurhayati. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved