Berita Kaltim Terkini
BBPJN Kaltim Tegaskan Jembatan Mahakam di Samarinda tak Perlu Ditutup Sementara
BBPJN Kalimantan Timur (Kaltim) menyampaikan jembatan Mahakam Samarinda tak perlu ditutup pasca ditabrak kapal ponton
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Samir Paturusi
Langkah-langkah perbaikan yang direncanakan ini juga diharap pihaknya kondisi Jembatan Mahakam tetap terjaga dan dapat terus digunakan dengan aman oleh masyarakat.
Penambahan teknologi pada jembatan berupa tulisan elevasi ketinggian air ke jembatan akan dilakukan dengan pihak Universitas Mulawarman, semacam alat sensor yang mengukur permukaan air ke jembatan dengan penghitungan digital.
“Sehingga muka air terbaca, tinggi air dan jembatan membuat kapal tongkang bisa membaca situasi, menyesuaikan muatan ketika akan melintas di kolong jembatan,” terangnya.
KSOP juga diminta BBPJN untuk memasang rambu pelampung, untuk guide kapal tongkang yang akan melintas, sehingga pada kolong jembatan bisa melakukan assist pada kapal yang akan melintas.
Penambahan kapal juga akan dilakukan agar safety, dua kapal akan memandu jika ada yang akan melintas dibawah jembatan mahakam.
“Keamanan pada jembatan akan diupayakan pihak KSOP, kami meminta rambu pelampung, kapal yang menjaga di kiri–kanan untuk menjaga untuk tetap pada jalur, mengawal jika kapal tongkang terlalu ke kiri diarahkan kembali,” terangnya.
Perusahaan pemilik kapal tongkang penabrak Jembatan Mahakam juga akan diminta ganti rugi untuk semua yang akan dilakukan pihak BBPJN.
Hitungan kasar juga telah dilakukan pihak BBPJN terkait pembangunan kembali fender jembatan yang telah rusak tertabrak.
Baca juga: Polemik Jembatan WIKA-Balikpapan Baru, Dibangun Pakai APBD, Kini Warga Perumahan Minta Buka Tutup
“Kami juga sampaikan dalam rapat ke PT Pelayaran Mitra 7 Samudera bahwa akan melakukan klaim kegiatan atas kerusakan fender (pelindung) jembatan. Perkiraan kami sekitar Rp35 miliar. Dibawah masih ada tersisa bangkai fender yang mesti ditarik dari posisi yang tertabrak, sehingga dicabut dan kembali memancang lagi,” pungkasnya.
Turut menambahkan, Kepala Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Provinsi Kaltim, Akmizal mengungkapkan bahwa soal klaim penggantian akan berdiskusi dengan bagian perencanaan.
Komponen apa saja yang mesti diganti lalu dipasang, jenis material yang dipakai, jangka waktu pelaksanaan sampai kapan untuk pelaksanaan kegiatannya.
“Pihak perusahaan akan berdiskusi dengan kami, tim teknis mereka juga akan bertemu, minggu ini bertemu apakah nanti mereka yang akan melaksanakan kegiatan penggantian sendiri dan advice-nya dari kita, atau seperti apa untuk penanggung jawab fender tersebut. Jadi tadi pada rapat sepakat dengan pihak–pihak terkait,” jelasnya.
Pihaknya juga mewanti–wanti KSOP agar lalu lintas kapal yang kini masih berjalan tetap terawasi dan sesuai SOP.
Pasalnya dua fender telah hilang setelah tertabrak kapal tongkang bermuatan kayu Minggu 16 Februari 2025 lalu.
Artinya pengaman pilar jembatan yang kini sudah tidak ada, KSOP diminta agar melakukan lalu lintas kapal dengan kehati–hatian ekstra karena pelindung pilar sudah tidak ada lagi.
“Kami juga mewanti–wanti KSOP agar hati–hati karena fender (pelindung) Jembatan Mahakam tidak ada, supaya lebih hati–hati agar tidak tertabrak lagi,” pungkasnya. (*)
POPULER KALTIM: Efek Pemangkasan DBH Bontang, Okupansi Hotel IKN Meroket, Penipuan Investasi Tambang |
![]() |
---|
DPRD Kaltim Desak Klasifikasi Pajak Usai Dana Transfer Daerah Dipangkas |
![]() |
---|
Menanti SK DPP, Golkar Kaltim Mantapkan Langkah Kader untuk Siap Maju Pilkada 2030 |
![]() |
---|
6.938 Kotak Susu Dibagikan, Kodam VI/Mulawarman dan PT TAP Dukung Program MBG di Kaltim |
![]() |
---|
Pengamat Ekonomi Samarinda Sebut Pemangkasan TKD Kaltim Lebih Parah dari Wabah Covid |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.