Pelantikan Kepala Daerah 2025

Neni Moerniaeni Targetkan Nol Kemiskinan Ekstrem di Bontang dalam 100 Hari Kerja

Walikota Bontang terpilih, Neni Moerniaeni, bersama Wakilnya Agus Haris, menegaskan, komitmennya untuk menghapus kemiskinan.

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
HO/Neni Moerniaeni
PELANTIKAN KEPALA DAERAH - Walikota dan Wakil Walikota Bontang, Neni Moerniaeni-Agus Haris nampak tersenyum setelah resmi dilantik langsung Presiden Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (20/2/2025). (HO/Neni Moerniaeni) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG – Walikota Bontang terpilih, Neni Moerniaeni, bersama Wakilnya Agus Haris, menegaskan, komitmennya untuk menghapus kemiskinan ekstrem dalam 100 hari pertama kepemimpinannya. 

Program ini menjadi salah satu dari 17 prioritas utama yang telah disiapkan untuk segera dijalankan.

Neni menyebutkan, berdasarkan data pemerintah, terdapat 42 kepala keluarga (KK) atau 149 orang di Bontang yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. 

Menurutnya kondisi ini menjadi perhatian utama karena berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat. 

Baca juga: Sambut Pelantikan Neni Moerniaeni dan Agus Haris, Pemkot Bontang Siapkan Pesta Rakyat

Oleh karena itu, sebagai pengambil kebijakan dia berjanji akan mempercepat penyaluran bantuan guna meringankan beban warga terdampak.

Salah satunya yang akan dilakukan, kata Neni, adalah menyediakan bantuan keuangan sebesar Rp300 ribu per keluarga miskin ekstrem. 

Selain itu, Neni juga memastikan program peminjaman modal tanpa bunga bagi pedagang kecil dan pendidikan gratis akan segera direalisasikan.

Untuk memastikan program berjalan efektif, Neni dan Agus Haris akan melakukan kunjungan lapangan secara rutin.

Dengan turun langsung ke masyarakat, mereka ingin melihat secara langsung kondisi warga dan memastikan bantuan tepat sasaran.

Baca juga: Hasil Hitung Cepat Internal, Neni Moerniaeni-Agus Haris Unggul 43 Persen pada Pilkada Bontang 2024

“Kami sebagai kepala daerah yang diberikan amanah oleh masyarakat akan kembali ke tengah-tengah mereka, mendengar langsung permasalahan, dan menghadirkan solusi konkret,” ujar Neni saat dihubungi TribunKaltim.co, Jumat (21/2/2025).

Namun, ia memastikan program-program prioritasnya tetap berjalan sesuai rencana meski dirinya harus mengikuti agenda Retret bersama kepala daerah lainnya di Magelang selama tujuh hari, mulai 21 hingga 28 Februari 2025. 

Menurutnya komitmen untuk menghapus kemiskinan ekstrem ini tidak berdiri sendiri. 

Di sisi lain yang jadi perhatiannya terkait peningkatan kualitas pendidikan dan akses layanan kesehatan gratis menjadi bagian dari upaya menciptakan kesejahteraan yang merata di Bontang.

Baca juga: Bapaslon Neni Moerniaeni-Agus Haris Resmi Mendeklarasikan Pencalonan Bertarung di Pilkada Bontang

“Kami ingin program ini benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ini bukan sekadar janji, tapi aksi nyata untuk perubahan,” pungkasnya. (*) 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved