Ramadhan 2025
Merawat Kemabruran Puasa 3 - Mengontrol Tabungan Sosial
Untuk melestarikan kemabruran puasa Ramadan maupun ubudiyah Ramadaan lainnya diperlukan suasana batin untuk tetap memelihara tabungan sosial.
Oleh: Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, MA
UNTUK melestarikan kemabruran puasa Ramadan maupun ubudiyah Ramadaan lainnya diperlukan suasana batin untuk tetap memelihara tabungan sosial (social saving) yang selama ini dilakukan, seperti bersedekah, berjariyah, dan berinfaq, dan berbagai hal yang bisa menyenangkan dan memberdayakan umat dan masyarakat.
Sebagai layaknya sebuah rekening Tabungan sosial (RTS), adakalanya kita menyimpan dan adakalanya kita menarik.
Jika kita banyak menyetor ke dalam RTS maka sudah barang tentu akan memberikan efek positif ke dalam pikiran dan suasana batin kita.
Sebaliknya, jika RTS tidak pernah bertambah, bahkan terus ditarik hingga yang muncul saldo minus, maka sudah barang tentu akan memberikan efek negatif ke dalam pikiran dan suasana batin kita.
Wujud penyetoran RTS bisa dalam bentuk menjalankan ibadah khusus seperti menjalankan fungsi-fungsi kehambaan, seperti shalat, berzikir, berpuasa, mengeluarkan zakat, dan malaksanakan haji, tadarrusan, mengikuti pengajian, dan lain sebagainya.
Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa 1 - Meneguhkan Visi Kehidupan
Bisa juga dalam bentuk menjalankan ibadah-ibadah sosial seperti menjalankan fungsi-fungsi kekhalifahan, misalnya melestarikan lingkungan hidup, membantu fakir miskin, membersihkan fasilitas umum, berkata jujur, dan lain sebagainya.
Sedangkan wujud penarikan RTS bisa dalam bentuk meninggalkan perintah Tuhan, seperti meninggalkan shalat, puasa wajib, zakat, haji, dan kewajiban agama lainnya.
Demikian pula mengerjakan larangan Tuhan, seprti berzina, berbohong, hasad, munafik, sumpah palsu, membuka aurat, makan makanan tidak haram, khiyanat, tidak menepati janji, dan laion sebagainya.
Banyak ayat yang mengimbau agar manusia mengoptimalkan penyetoran RTS, antara lain: Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan. (Q.S. al-Baqarah/2:110).
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula. (Q.S.al-Zalzalah/99:7-8).
Banyak juga ayat yang mengingatkan agar manusia, menghindari untuk melakukan penarikan TRS seperti: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. al-Nisa’/4:110).
Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain dari Allah. (Q.S. al-Nisa’/4:123).
Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa 2 - Dimulai dengan Niat yang Luhur
Dampak positif penyetoran ke RTS antara lain suasana batin lebih tenang, tenteram, segar, dan bahagia.
Perasaan menjadi aman dan atmosfir kehidupan terasa luas dan tidak sumpek.
Hikmah Ramadan
tabungan
Sosial
Menteri Agama
Ramadhan 2025
kaltim.tribunnews.com
TribunKaltim.co
merawat kemabruran puasa
Nasaruddin Umar
| Ramadhan 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Hitung Mundur Awal Puasa dan Lebaran |
|
|---|
| Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadhan dan Puasa Syawal, Bolehkah Digabung? Ketentuan Bayar Utang Puasa |
|
|---|
| Niat Puasa Qadha Ramadhan untuk Bayar Utang Puasa, Apakah Boleh Digabung dengan Puasa Syawal? |
|
|---|
| Menu Prasmanan Gratis, Bayar Pakai Doa: Straat Mantau Bikin Ramadhan 2025 Lebih Berkesan |
|
|---|
| Merawat Kemabruran Puasa 31 - Dari Meditasi ke Khalwat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250302_Menteri-Agama-dalam-Ramadhan-2025.jpg)