Rabu, 20 Mei 2026

Tribun Kaltim Hari Ini

Kudapan Khas Ramadan, Amparan Tatak Arkha99 Bertekstur Kenyal Tanpa Pemanis Buatan

Kue Amparan Tatak menjadi salah satu kudapan khas yang banyak ditemui menjelang bulan Ramadan, tidak terkecuali di Balikpapan.

Tayang:
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Raynaldi Paskalis
KULINER RAMADAN - Herlin, pemilik Wadai Talam Arkha99 yang berlokasi di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, saat melayani pembeli pada Jumat (7/3/2025). Ia mengatakan meskipun terlihat sederhana, proses pembuatan kue ini tidak mudah, terutama untuk menghasilkan rasa yang pas.(TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTI.M.CO, BALIKPAPAN - Kue Amparan Tatak menjadi salah satu kudapan khas yang banyak ditemui menjelang bulan Ramadan.

Proses pembuatannya yang melibatkan pengukusan serta penggunaan santan kelapa sebagai salah satu bahan utama memberikan aroma khas yang menggugah selera.  

Di Balikpapan, kue ini cukup dikenal oleh masyarakat, terutama karena banyaknya warga Banjar yang menetap dan menjalankan usaha kuliner di kota ini.  

Herlin, pemilik Wadai Talam Arkha99 yang menjual berbagai jenis kue talam menjelaskan bahwa proses pembuatan Amparan Tatak dilakukan dengan metode pengukusan agar santan di dalamnya lebih tahan lama.  

"Kalau Amparan Tatak itu kita buatnya pagi, karna santan kan, dan supaya dia tahan sampai malam, itu prosesnya dikukus," ujarnya, Jumat (7/3/2025).

Baca juga: Kue Amparan Tatak, Sajian Khas Jelang Ramadhan di Balikpapan Menggugah Selera

Amparan Tatak memiliki cita rasa yang unik dengan perpaduan manis dari pisang serta tekstur yang kenyal saat dikonsumsi.  

"Untuk rasanya kita tidak pakai pemanis buatan, jadi pas, enggak manis banget. Pokoknya pas di lidah lah," katanya.  

Meskipun terlihat sederhana, proses pembuatan kue ini tidak mudah, terutama untuk menghasilkan rasa yang pas.  

"Kalau untuk orang biasa tidak mudah, mungkin banyak tatak-tatak di luar sana, tapi pasti beda rasanya," kata Herlin.  

Dari segi bahan baku, Herlin menyebutkan bahwa Amparan Tatak menggunakan bahan yang mudah didapat.  

"Yang jelas bahannya pisang, tepung, santan pastinya, telur," ungkapnya.  

Baca juga: Tambangan dan Amparan Tatak Samarinda Diusulkan jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Namun, dia mengakui bahwa harga salah satu bahan utama, yaitu santan.

Bahkan, santan cenderung mengalami kenaikan saat Ramadan.  

"Kalau sekarang yang lagi mahal itu santan, yang sulit. Semuanya naik kan untuk santan," ujarnya.  

Meski begitu, ia tetap berusaha menawarkan harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Namun, ia mengakui adanya kenaikan harga selama Ramadan.  

"Harganya ini kalo gak bulan puasa kemarin, kita jualnya Rp15.000, ini karna udah naik jadi per potongnya kita jual Rp16.000," pungkasnya. (raynaldi paskalis)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved