Berita Nasional Terkini
Jokowi: Difitnah Saya Diam, Dimaki-maki Saya Diam, Saya Ngalah Terus Loh, Tapi Ada Batasnya
Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), memberikan jawaban soal orang "utusan" yang ditujukkan kepadanya.
TRIBUNKALTIM.CO - Presiden RI ke-7, Joko Widodo (Jokowi), memberikan jawaban tegas soal tudingan orang "utusan" yang ditujukkan kepadanya.
Jokowi menegaskan sabar ada batasnya, bahwa selama ini ia sudah banyak diam terhadap fitnah yang ditujukkan kepadanya.
Bahkan, Jokowi blak-blakkan menantang politisi PDIP, Deddy Yevri Sitorus, untuk mengungkapkan identitas "utusan" yang disebut-sebut meminta pembatalan pemecatannya dari PDIP serta pencopotan Hasto Kristiyanto dari jabatan Sekretaris Jenderal PDIP.
Jokowi dengan tegas membantah tudingan tersebut.
Baca juga: Jokowi soal Kirim Utusan agar Dirinya Tak Dipecat PDIP: Sebutkan Siapa, Saya Ngalah Ada Batasnya!
Baca juga: Alfian Nasution, Nama yang Disebut Ahok Usai Diperiksa Kejagung, Pernah Raih Penghargaan dari Jokowi
"Enggak ada (permintaan seperti itu), apa iya? Harusnya disebutkan siapa (utusannya) gitu loh biar jelas," ujar Jokowi.
Jokowi juga menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki keterkaitan dengan kasus hukum yang menyeret Hasto Kristiyanto.
Mantan kader PDIP itu mempertanyakan logika di balik tuduhan yang dilontarkan kepadanya.
"Kepentingannya apa saya mau mengutus untuk itu, kepentingannya apa? Coba logikanya," ujarnya dengan nada tegas.
Baca juga: Kata PDIP, Ada yang Minta Hasto Mundur dari Sekjen Sebelum jadi Tersangka dan Tak Pecat Jokowi
Jokowi mengungkapkan bahwa selama ini ia memilih diam terhadap berbagai tuduhan yang ditujukan kepadanya.
Namun, ia memperingatkan bahwa kesabarannya ada batasnya.
"Saya itu sudah diam loh ya. Difitnah saya diam. Dicela saya diam. Dijelekkan saya diam. Dimaki-maki saya diam. Saya ngalah terus loh, tapi ada batasnya ya," lanjutnya.
Sebelumnya, Deddy Yevri Sitorus mengungkapkan bahwa seorang utusan menemui jajaran pengurus PDIP pada 14 Desember 2024.
Baca juga: Asal-usul Partai Super Tbk Gagasan Jokowi dan Tanggapan PDIP, Golkar, hingga PKB soal Pembentukannya
"Perlu diketahui bahwa sekitar tanggal 14 Desember itu ada utusan yang menemui kami, memberitahu bahwa sekjen harus mundur, lalu jangan pecat Jokowi," ujar Deddy dalam keterangan yang diterima Kompas TV pada Kamis (13/3/2025).
Selain itu, Deddy juga mengklaim bahwa utusan tersebut menyampaikan informasi mengenai sembilan kader PDIP yang disebut-sebut menjadi target aparat penegak hukum.
"Ada sekitar 9 orang dari PDIP yang menjadi target dari pihak kepolisian dan KPK," ungkapnya.
| Klarifikasi Grace Natalie, Bantah Edit Video Jusuf Kalla dan Minta PSI tak Dilibatkan |
|
|---|
| Penjelasan Kemendagri terkait Imbauan tak Pakai e-KTP saat Check In Hotel, KTP Masih Identitas Resmi |
|
|---|
| Film Pesta Babi Tentang Apa hingga Dibubarkan? Komnas HAM: Nonton Film Bagian dari Ekspresi Seni |
|
|---|
| Penyebab Harta Kekayaan Presiden Prabowo Naik Rp4 Miliar dalam Setahun |
|
|---|
| Dampak Transformasi Guru jadi ASN pada Distribusi Pendidikan, DPR Minta Hapus Kasta Pengajar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250101_Presiden-ke-7-Joko-Widodo.jpg)