Idul Fitri 2025

Pulau Beras Basah di Bontang Kaltim jadi Primadona Wisata Libur Lebaran 2025, Jumlah Turis Naik

Pulau Beras Basah di Kota Bontang, Kalimantan Timur kembali menjadi primadona wisatawan selama libur Idulfitri 2025.

Penulis: Muhammad Ridwan | Editor: Budi Susilo
HO/BPBD Bontang
PULAU BERAS BASAH - Petugas BPBD Bontang memantau masyarakat yang berwisata di Pulau Beras Basar selama libur Idulfitri 2025, Kamis (3/4/2025). Pada Selasa 1 April 2025, tercatat 1.315 wisatawan, sementara pada Rabu 2 April 2025 jumlahnya meningkat menjadi 1.729 orang. (HO/BPBD Bontang) 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANGPulau Beras Basah di Kota Bontang, Kalimantan Timur kembali menjadi primadona wisatawan selama libur Idulfitri 2025.

Data terbaru menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan tingginya animo masyarakat untuk berlibur ke destinasi bahari ini.

Berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, jumlah wisatawan yang mengunjungi Pulau Beras Basah terus bertambah sejak hari kedua Lebaran. 

Pada Selasa 1 April 2025, tercatat 1.315 wisatawan, sementara pada Rabu 2 April 2025 jumlahnya meningkat menjadi 1.729 orang. 

Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancam Wisata Pulau Beras Basah di Bontang Kaltim

Dengan demikian, total sementara dalam dua hari tersebut mencapai 3.044 pengunjung.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024, di mana dalam empat hari libur Lebaran jumlah wisatawan nyaris mencapai 3.000 orang. 

Jika tren ini berlanjut, jumlah pengunjung tahun ini berpotensi melampaui catatan tahun 2023, yang mencapai 4.833 wisatawan dalam empat hari.

Kepala BPBD Kota Bontang, Usman, menyebutkan bahwa lonjakan kunjungan ini diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir pekan. 

“Perkiraan kami, puncaknya akan terjadi pada Sabtu dan Minggu. Kami akan terus memantau perkembangan jumlah wisatawan," ujar Usman kepada TribunKaltim.co pada Kamis (3/4/2025).

Baca juga: Objek Wisata Pulau Beras Basah dan Segajah Kini Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah Kota Bontang

Menurutnya, peningkatan jumlah wisatawan ini turut berdampak pada sektor ekonomi lokal.

Operator kapal wisata, pedagang makanan, serta penyedia jasa wisata bahari juga merasakan keuntungan.

Meski demikian BPBD, sambung Usman, tetap mengingatkan wisatawan untuk memperhatikan faktor keselamatan. 

Selain mengawasi kondisi cuaca, petugas juga melakukan inspeksi terhadap kapal wisata guna memastikan ketersediaan jaket pelampung bagi penumpang.

Waspada Saat Berenang

Selain itu, ia juga mengimbau wisatawan agar berhati-hati saat berenang. Meskipun sejauh ini tidak ada kejadian fatal.

Keselamatan saat berlibur itu sangat penting. Sejauh ini sudah ada dua wisatawan mengalami cedera ringan akibat terkena tiram saat berenang.

"Jadi kami imbau untuk lebih berhati-hati," terangnya.

Baca juga: Pulau Beras Basah di Kota Bontang Berbenah, Ini Harga dan Waktu Pelayanan Kapal Nyebrang ke Pulau

Lebih jauh, Usman mengatakan, dari informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samarinda juga sudah mengeluarkan peringatan terkait potensi cuaca ekstrem di Kalimantan Timur

Diperkirakan, hujan dengan intensitas tinggi akan terjadi mulai hari ini hingga 10 April, dengan peluang mencapai 80 persen sampai 90 persen.

“Ini juga penting perubahan cuaca, karena selama sepekan terakhir sering terjadi hujan deras," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved