Opini
Perempuan Holistik, Fondasi Indonesia Emas 2045
Saat kita berbicara tentang cita-cita Indonesia Emas 2045, pembicaraan itu sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kondisi perempuan hari ini
Hal ini ditegaskan kembali oleh studi The World Bank tahun 2018, berjudul ''Quality Early Learning: Nurturing Children's Potential'' yang menemukan bahwa layanan anak usia dini yang berkualitas tinggi berkontribusi pada kesetaraan gender dengan memungkinkan lebih banyak perempuan bekerja di luar rumah.
Artinya, layanan PAUD Holistik Integratif adalah kebijakan pro-gender: memberi perempuan kesempatan sekaligus membebaskan potensi generasi masa depan.
Di Indonesia: Jalan Masih Panjang
Indonesia sendiri sudah memiliki dasar regulasi yang kuat, UU No. 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak (UU KIA) dan Perpres No. 60 Tahun 2013 tentang PAUD Holistik Integratif (PAUD HI).
Namun implementasi di lapangan masih jauh dari harapan:
- Layanan PAUD HI belum merata dan berkualitas.
- Koordinasi antar sektor (pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial) masih lemah.
- Anggaran untuk penguatan pengasuhan usia dini belum menjadi prioritas di banyak daerah.
Oleh karena itu, dibutuhkan koordinasi yang strategis dan gerak cepat dari para pemangku kebijakan untuk menjadikan isu anak dan perempuan ini menjadi prioritas, serta penguatan layanan PAUD Holistik Integratif sebagai hak dasar setiap anak Indonesia, tak peduli di kota besar atau pelosok desa.
Membebaskan Perempuan, Membebaskan Generasi
Jika Indonesia ingin serius mencapai Generasi Emas 2045, kita harus menempatkan perempuan dan anak dalam satu ekosistem dukungan holistik, artinya:
- Memberdayakan perempuan bukan hanya dengan program pelatihan keterampilan, tetapi juga dengan membangun sistem layanan publik yang mendukung pengasuhan anak usia dini.
- Memperluas akses PAUD Holistik Integratif sebagai hak dasar, bukan layanan tambahan.
- Mengubah paradigma kebijakan dari sekadar ''memberdayakan perempuan'' menjadi ''membebaskan perempuan dari hambatan struktural'' termasuk beban pengasuhan yang tidak didukung sistem.
Program-program seperti program peningkatan kualitas pengasuhan dan stimulasi dini bagi anak usia 0–3 tahun dari Tanoto Foundation yang dilaksanakan melalui advokasi kebijakan serta pendampingan implementasi dua regulasi (Undang-undang KIA & Perpres PAUD HI) menjadi contoh konkret bagaimana investasi pada perempuan dan anak dapat berjalan beriringan.
Melalui penguatan layanan usia dini, Tanoto Foundation berkontribusi mendorong sistem yang lebih adil bagi perempuan dan lebih cerdas bagi generasi masa depan.
Indonesia Emas Berawal dari Perempuan yang Merdeka
Saat Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya pada 2045, kita bermimpi menyaksikan lahirnya generasi muda yang tak hanya cerdas, sehat, dan berdaya, tetapi juga memiliki keberanian untuk membawa bangsa ini menuju puncak peradaban dunia. Lahirnya generasi yang berdaya pikir seperti di antaranya:
- Kartini;
- Rasuna Said;
- Dewi Sartika;
- dan Rohana Kudus.
Namun, mimpi besar itu mustahil terwujud tanpa meletakkan perempuan di pusat agenda pembangunan. Karena perempuan bukan hanya penjaga peradaban; mereka adalah pencipta masa depan.
Baca juga: Kemendikbudristek dan Tanoto Foundation Kolaborasi Salurkan 3.422 Buku Bermutu di Kukar
Untuk itu, Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar slogan tentang pemberdayaan perempuan. Kita membutuhkan tindakan nyata: membangun sistem yang memungkinkan perempuan bebas dari beban struktural yang menghambat, termasuk akses terhadap layanan pengasuhan anak usia dini yang berkualitas.
PAUD Holistik Integratif adalah salah satu kunci transformasi itu. Dengan memperluas akses dan memperkuat kualitas layanan ini, kita tidak hanya membangun fondasi emas bagi anak-anak Indonesia, tetapi juga membebaskan potensi luar biasa yang selama ini tersembunyi di balik perjuangan sunyi para perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250421_TanotoKartini1.jpg)