Minggu, 7 Juni 2026

Berita Samarinda Terkini

Program CKG di Samarinda Sepi Peminat, DPRD Dorong Sosialisasi Lebih Intensif hingga RT

Program Cek Kesehatan Gratis di Samarinda sepi peminat, DPRD dorong sosialisasi lebih intensif hingga tingkat RT.

Tayang:
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Nevrianto Hardi Prasetyo
CEK KESEHATAN GRATIS - Ilustrasi pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan Jasa Raharja di Bandara APT Pranoto , Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (27/3/2025). Program Cek Kesehatan Gratis di Samarinda sepi peminat, DPRD dorong sosialisasi lebih intensif hingga tingkat RT.(TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Antusiasme masyarakat Samarinda dalam memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tampaknya masih rendah. 

Pasalnya, hingga April 2025 ini, jumlah warga Samarinda yang memanfaatkan Cek Kesehatan Gratis (CKG) baru sekitar 774 orang.

Angka ini tentu masih jauh dari proyeksi nasional.

Sejauh ini secara tercatat 1,8 juta orang telah memanfaatkan layanan tersebut, sementara di Kalimantan Timur baru 5.026 orang.

Kondisi ini menjadi sinyal perlunya penguatan sosialisasi terhadap program kesehatan yang jadi bagian dari Asta Cita presiden tersebut.

Baca juga: Sejak Dilucurkan Baru 774 Warga Samarinda yang Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis

Persoalan ini pun mendapat sorotan khusus dari Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Novan Syahronny Pasie. 

Meski program ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat, namun realisasi partisipasi di Samarinda masih tergolong rendah.

Dirinya pun mendorong agar sosialisasi digelar lebih intensif hingga tingkat RT.

“Sebenarnya ini harapan kita terus digalakkan dan disosialisasikan khususnya di tingkat RT, karena mengacu pada persyaratan adalah orang yang lahir di tanggal tersebut akan mendapat fasilitas pemeriksaan gratis," ujar Novan, belum lama ini (24/4/2025).

Menurutnya, manfaat program ini begitu luas, bahkan turut menyasar aspek kesehatan gigi yang selama ini kerap terabaikan. 

Oleh karena itu, ia meminta agar masyarakat diingatkan secara rutin untuk memanfaatkan fasilitas pemeriksaan gratis tersebut, utamanya saat mendekati tanggal lahir.

"Ini harus diingatkan terus setiap minggu atau berapa hari apabila sudah menjelang tanggal lahirnya. Siap-siap dua hari sebelum hari ulang tahunnya sesuai identitas, lakukanlah pemeriksaan karena skrining ini penting untuk mengetahui apa yang terjadi pada tubuh kita," tegasnya.

Capaian partisipasi di Samarinda masih jauh dari harapan sejak diluncurkan pada Februari 2025. 

Padahal, kata Novan, di Kota Samarinda terdapat 26 puskesmas yang bersedia dan membuka fasilitas gratis tersebut. 

"Angka 700-an sendiri dibanding jumlah penduduk di Samarinda ya belum sampai 10 persen. Tapi mudah-mudahan ini terus dimanfaatkan sampai benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat, karena tujuannya itu, biar mereka juga mengetahui bagaimana kondisi kesehatan mereka setelah melakukan skrining," lanjut Novan.

Baca juga: Salimah Samarinda dan Kaltim Gelar Semarak Ramadhan, Ada Bazar hingga Cek Kesehatan Gratis  

Ia juga mengungkapkan adanya tantangan besar berupa sikap skeptis masyarakat terhadap proses pelayanan. 

Banyak warga yang masih beranggapan bahwa CKG akan memakan waktu antre panjang.

Padahal, program ini sudah menyediakan jalur khusus melalui pendaftaran online yang berbeda dengan layanan rutin puskesmas.

"Padahal, ada jalurnya sendiri dan via online untuk mendaftar dan berbeda dengan pelayanan rutin di puskesmas. Jadi pemikiran ini perlu diberikan pencerahan bahwa sistemnya tidak mengantre lama karena ada jalur dan pendaftarannya ada sistem sendiri," jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Novan mendorong agar Dinas Kesehatan Kota Samarinda lebih gencar melibatkan seluruh unsur masyarakat mulai dari dasawisma, PKK, hingga pertemuan di tingkat kelurahan dan RT.

"Ini yang perlu disosialisasikan di tingkat RT atau kelurahan untuk memberikan informasi, entah melalui dasawisma atau PKK-nya untuk menyampaikan di lingkungannya," imbuhnya.

Baca juga: Warga Pendatang Tetap Bisa Dapat Layanan Cek Kesehatan Gratis di Kaltim

Novan berharap partisipasi masyarakat dalam program CKG bisa meningkat signifikan. 

Warga pun bisa memanfaatkan fasilitas ini, mengingat seluruh pelayanan disediakan secara gratis dan tersebar di 26 puskesmas tanpa sistem zonasi wilayah.

"Harapan kita minimal bisa di 30-40 persen lah. Karena ini fasilitas gratis. Periksa saja dan daftar, kita kan ada 26 puskesmas di Samarinda. Dia juga tidak berlaku zonasi, sayang kalau tidak mau. Ini juga program yang sudah berjalan. Jangan tunggu sakit baru mau," seru Novan.

Menyadari bahwa waktu pelayanan di puskesmas bertepatan dengan jam kerja masyarakat, ia tetap mengajak warga untuk meluangkan waktu demi kesehatan diri sendiri.

"Meski memang banyak faktornya, ada yang takut lah, ada yang malah antre dan tidak punya waktu lah. Memang jam operasional kerja puskesmas seperti operasional kerja. Tapi kalau niat ya sisihkan lah waktu hanya beberapa jam untuk ini," tutup Novan.(*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved