Sabtu, 25 April 2026

Kapal Feri Tenggelam di Penajam

Jadi Korban Hilang Kapal Feri Muchlisa di Penajam Kaltim, Ilham Harusnya Libur

uasana haru menyelimuti kediaman Ilham, salah satu korban hilang dalam insiden tenggelamnya kapal feri KMP Muchlisa yang melayani Balikpapan-Penajam

Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RAYNALDI PASKALIS
KORBAN KAPAL TENGGELAM - Suasana di kediaman korban Ilham di wilayah Nenang Penajam Paser Utara. Selasa (6/5/2025) Ilham menjadi salah satu korban hilang dalam insiden tenggelamnya feri Muchlisa, setelah kembali bertugas di hari liburnya. (TRIBUNKALTIM.CO / RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Suasana haru menyelimuti kediaman Ilham, salah satu korban hilang dalam insiden tenggelamnya kapal feri KMP Muchlisa yang melayani rute Kariangau - Penajam Paser Utara

Di depan rumah di BTN Nenang, Kecamatan Penajam, terpal biru dan kursi plastik disusun, tempat para tetangga, keluarga dan teman-teman datang memberi dukungan dan doa.

Ilham merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Kepergiannya yang tiba-tiba meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. 

Kakak ketiganya, Rohim, menjelaskan bahwa Ilham sebenarnya sedang libur kerja, namun kembali naik kapal feri karena menerima telepon yang memintanya kembali bertugas.

Ternyata ia memilih untuk kembali bekerja.

Baca juga: Korban Tenggelam Kapal Feri Muchlisa di Penajam Kaltim Ditemukan, Satu Korban Masih Dicari

"Kalo Ilham itu kemarin harusnya off karena ada telepon makanya dia naik ulang," kata Rohim saat ditemui di rumah duka, Selasa (6/5/2025)

Ilham seharusnya sudah berada di rumah pada pukul 09.00 WITA pagi itu.

Namun karena panggilan untuk kembali bekerja , ia kembali menyeberang menggunakan kapal feri. 

Setelah berangkat dari Kariangau, kapal yang ia tumpangi mengalami insiden saat kembali ke Penajam.

Sebelum kejadian, Ilham sempat memberi kabar kepada orang tua melalui sambungan telepon.

Ia menyebut bahwa ada telpon yang memintanya untuk kembali bekerja.

"Kadang kan memang Ilham itu kalau ada apa-apa kadang dia telepon memang," ujar Rohim.

Namun berbeda dari kebiasaannya yang selalu pulang dulu sebelum kembali bertugas, kali ini Ilham langsung naik kembali ke kapal. 

Biasanya, ia membawa motor ke atas kapal feri. Tapi pada hari itu, motornya ditinggal dan dititipkan, menandakan ia tak sempat pulang ke rumah.

Ilham bekerja dengan sistem satu hari masuk, satu hari libur. 

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved