Mata Lokal Fest 2025

Di Mata Lokal Fest 2025 Menperin Agus Gumiwang Beber 8 Strategi Pengembangan Industri Hijau

Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, menjadi pembicara dalam Mata Lokal Fest 2025.

Dok.Golkar via TribunTimur.com
MATA LOKAL FEST - Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, menjadi pembicara dalam Mata Lokal Fest 2025, dengan mengusung tajuk “Net-Zero Industry Strategies for The Carbonizing Indonesia’s Manufacturing Sector”.  (Dok.Golkar via TribunTimur.com) 

TRIBUNKALTIM.CO - Menteri Perindustrian (Menperin) Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita, menjadi pembicara dalam Mata Lokal Fest 2025, dengan mengusung tajuk “Net-Zero Industry Strategies for The Carbonizing Indonesia’s Manufacturing Sector”. 

Berdasarkan data World Bank, Indonesia berada di posisi ke-12 Top Manufacturing Countries by Value Added Dunia pada 2023, dengan nilai Manufacturing Value Added mencapai USD255 miliar, meningkat sebanyak USD14 miliar. 

Dari data tersebut, menunjukkan bahwa emisi sektor industri di Indonesia mengalami kenaikan dua kali lipat dan diproyeksikan akan terus naik seiring terjadinya pertumbuhan ekonomi, apabila industri tidak melakukan upaya dekarbonisasi pada tahun 2050. 

Melihat fenomena yang ada, Kementerian Perindustrian pun menyoroti komitmen pemerintah dalam mendorong transformasi industri hijau.

Baca juga: DPR RI Paparkan Langkah Nyata untuk Wujudkan SDGs Indonesia di Mata Lokal Fest 2025

Baca juga: Mata Lokal Fest 2025: Dahlan Dahi Tegaskan Peran Tribun Network dalam Pembangunan Berkelanjutan

Sebagaimana diketahui, Standar Industri Hijau (SIH) adalah pedoman bagi perusahaan industri untuk menjalankan proses produksi yang lebih ramah lingkungan dan efisien.

Ada beberapa strategi pengembangan industri hijau yang perlu dilakukan oleh sektor industri di Indonesia, di antaranya:

(1) Peningkatan efisiensi sumber daya, seperti bahan baku, air, energi, dan kimia;

(2) Produk Hijau dan bahan baku ramah lingkungan;

(3) Pemanfaatan Energi Bersih (EBT);

(4) Penurunan emisi dan pengendalian limbah;

(5) Akomodasi standar berkelanjutan;

(6) Penerapan ekonomi sirkular; dan

(7) Green Jobs. 

Baca juga: Bahas Masa Depan Ketahanan Pangan dan Pertanian, Tribun Network Sukses Gelar Mata Lokal Fest 2025

Sejak dua tahun yang lalu, lanjut Menperin Agus, Kemenperin telah menetapkan bahwa sektor manufaktur harus bisa mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2050, yaitu 10 tahun lebih cepat dibandingkan dengan target NZE nasional yang dijadwalkan pada tahun 2060. 

“Dengan demikian, kami melibatkan berbagai pihak dalam proses ini, termasuk berkonsultasi dan berkoordinasi dengan sektor pariwisata. Harapannya, langkah ini dapat menekankan kepada seluruh pelaku industri, bahwa meskipun ini merupakan tantangan besar, kami tetap berkomitmen untuk mewujudkan target tersebut. Kami yakin bahwa dengan usaha bersama ini dapat mencapai tujuan tersebut dan mengurangi emisi secara signifikan, bahkan lebih cepat dari yang diharapkan,” ujar Menperin Agus. 

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved