Berita Samarinda Terkini

Penanganan Banjir Tak Bisa Hanya Andalkan Pemerintah, DPRD Samarinda Dorong Kolaborasi dan Kajian

DPRD Samarinda sebut penanganan banjir tak bisa hanya andalkan pemerintah, dorong kolaborasi dan kajian ilmiah.

Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Diah Anggraeni
TribunKaltim.co/Sintya Alfatika Sari
SOLUSI BANJIR - Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, saat ditemui pada 23 April 2025. Sani menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dan kolaborasi dalam penanganan banjir.(TRIBUNKALTIM.CO/SINTYA ALFATIKA SARI) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Banjir kembali merendam sejumlah kawasan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (12/5/2025) dini hari.

Hal ini menandakan bahwa masalah banjir masih menjadi momok bagi masyarakat Samarinda.

Publik lantas menyoroti kinerja pemerintah.

Terkait hal itu, anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam merespons persoalan banjir yang terus berulang.

Baca juga: DPRD Samarinda Minta Dugaan Malpraktik Harus Dituntaskan

Menurut Sani, Pemkot Samarinda memang telah menunjukkan berbagai upaya dalam menanggulangi banjir.

Namun, langkah-langkah tersebut perlu ditopang dengan pendekatan yang lebih komprehensif, terutama dengan memperkuat basis kajian ilmiah dalam setiap kebijakan yang diambil.

“Tentu saya mengapresiasi semua upaya yang sudah dilakukan, tetapi ada sejumlah hal yang harus menjadi perhatian,” ujarnya, Senin (12/5/2025).

Lanjut Sani mengatakan, penanganan banjir tak cukup hanya mengandalkan pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan landasan ilmiah yang kuat.

Ia pun mendorong keterlibatan aktif para akademisi dan pakar untuk memberikan solusi berbasis penelitian agar strategi yang diterapkan tidak bersifat reaktif dan jangka pendek.

“Pendekatan berbasis sains akan menghasilkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Sekolah Rakyat untuk Keluarga Miskin Ekstrem, DPRD Samarinda Tekankan Harus Tepat Sasaran

Selain itu, Sani juga menekankan pentingnya evaluasi berkala terhadap proyek-proyek pengendalian banjir yang telah dijalankan.

Ia menilai bahwa evaluasi bukanlah bentuk kritik semata, melainkan bagian dari upaya untuk memastikan efektivitas penggunaan anggaran dan memperbaiki strategi ke depan.

“Bukan untuk mencari kesalahan, tapi demi menyempurnakan langkah-langkah yang sudah diambil. Dan juga, memastikan bahwa penggunaan daripada anggaran makin optimal,” jelasnya.

Lebih jauh Sani mengajak masyarakat untuk ikut terlibat dalam membangun kesadaran kolektif menghadapi ancaman banjir.

Keterlibatan masyarakat dari tingkat RT hingga kota harus menjadi bagian dari solusi, termasuk melalui program-program seperti kampung siaga banjir dan sekolah adaptif banjir.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved