Minggu, 26 April 2026

Samarinda Dikepung Banjir

Banjir Rendam Simpang Sempaja hingga Stadion Kadrie Oening Samarinda, Kendaraan Terpaksa Putar Balik

Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak dini hari hingga menjelang siang, Senin (12/5/2025). 

TRIBUN KALTIM
AKSES LUMPUH - Kondisi akses jalan yang lumpuh dari jalan Wahid Hasyim I menuju simpang 4 sempaja. Senin (12/5/2025)Banjir menggenangi wilayah Samarinda, khususnya di Jalan AWS, Wahid Hasyim I, dan Stadion Kadrie Oening, menghambat akses jalan akibat hujan deras, dan kejadian ini bukan pertama kalinya terjadi.(TRIBUNKALTIM.CO / RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak dini hari hingga menjelang siang, Senin (12/5/2025). 

Akibatnya, sejumlah kawasan tergenang banjir, termasuk Jalan A Wahab Syahranie (AWS), Jalan Wahid Hasyim I, dan area Stadion Kadrie Oening di kawasan Sempaja.

Banjir mulai menggenang sejak pukul 04.00 WITA dan debit air terus bertambah hingga ketinggian mencapai paha orang dewasa di beberapa titik.

Genangan air memutus akses jalan dan melumpuhkan mobilitas warga.

Baca juga: Gang Kenangan Jalan Sentosa Samarinda Banjir, Warga Berharap Drainase Dilebarkan 

Berdasarkan pantauan Tribunkaltim.co pada pukul 12.30 WITA, banyak pengendara sepeda motor dan mobil terpaksa putar balik atau menepi menunggu air surut.

Beberapa kendaraan bahkan mogok karena memaksakan diri menerobos genangan.

Menurut Risky Pratama, petugas keamanan Stadion Kadrie Oening, air yang menggenangi kawasan stadion berasal dari kiriman Simpang 4 Sempaja.

“Ini karena dari kiriman dari Simpang 4 Sempaja ini larinya ke sini semua, karena di sini kan rendah,” ujarnya.

Baca juga: Viral! 5 Lokasi Banjir di Samarinda, Detik-Detik Mobil Hanyut Terbawa Arus Banjir

Titik terdalam banjir berada di bagian belakang stadion, tepatnya di arah pintu keluar menuju PM Nur.

Di lokasi ini, ketinggian air mencapai paha orang dewasa, menyebabkan kendaraan tidak bisa melintas.

“Sepeda motor sudah pasti tidak bisa lewat, sementara mobil pun berisiko rusak jika dipaksakan untuk menerobos,” tambahnya.

Risky menyebutkan kondisi ini bukanlah hal baru.

Baca juga: BPBD Samarinda Siapkan 2 Eksavator untuk Lakukan Pengerukan Tanah yang Menimpa Rumah Warga

Meskipun pemerintah sudah melakukan pengerukan dan perbaikan drainase, posisi stadion yang lebih rendah menjadikannya lokasi tumpahan air dari wilayah lebih tinggi.

“Walaupun sudah dikeruk berapa kali, kalau namanya banjir kiriman yang kita tahu mungkin nggak bisa juga,” jelasnya.

Stadion Kadrie Oening selama ini juga menjadi jalur alternatif saat Simpang 4 Sempaja tergenang.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved