Berita Samarinda Terkini
Andi Harun Susun Skema Besar Penanganan Pasca Bencana Banjir dan Longsor
Walikota Samarinda Andi Harun memimpin rapat evaluasi dan penanganan pascabencana di Balai Kota pada Rabu (14/5/2025)
Penulis: Sintya Alfatika Sari | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Walikota Samarinda Andi Harun memimpin rapat evaluasi dan penanganan pascabencana di Balai Kota pada Rabu (14/5/2025), dengan penekanan pada pembentukan skema intervensi menyeluruh yang akan diterapkan secara cepat dan terukur.
Andi Harun mengungkapkan bahwa curah hujan pada Senin (12/5) tercatat antara 150 hingga 155 mm per detik.
Angka yang bahkan melampaui intensitas hujan ekstrem pada 28 Februari lalu yang hanya mencapai 140 mm per detik.
“Jika saat itu konsentrasi hujan hanya terjadi di Samarinda bagian utara, maka pada Senin kemarin hujan merata di seluruh wilayah kota,” ungkapnya.
Kombinasi antara curah hujan tinggi dan kondisi pasang sungai disebut sebagai penyebab utama lambatnya air surut dan luasnya genangan.
Baca juga: Agenda DPRD Samarinda dan Dinas PUPR Bahas Evaluasi Bencana Banjir
Ia menegaskan bahwa wilayah rawan longsor selama ini telah dipasangi plang peringatan permanen oleh BPBD, namun masih banyak masyarakat yang tetap membangun di kawasan berisiko.
Ia meminta agar pendekatan ke depan lebih tegas namun juga tetap berorientasi pada penyelamatan warga.
“Tujuannya agar masyarakat bisa memiliki kesempatan untuk lebih berhati-hati dan waspada, syukur-syukur bisa mencari tempat alternatif pindah dari lokasi tersebut karena berpotensi membahayakan diri keluarga dan orang lain,” jelasnya.
Rapat tersebut menghasilkan lima fokus utama penanganan pascabencana. Pertama, kehadiran pemerintah di tengah keluarga korban, khususnya yang kehilangan anggota keluarga akibat longsor.
“Kami hadir bukan hanya untuk memberi santunan, tapi juga kekuatan moral. Seperti keluarga di Lempake yang kehilangan istri dan tiga anaknya. Bagi siapa pun, itu bukan situasi yang mudah.
Maka pendekatan kita adalah membangun kekuatan moral agar mereka tabah menghadapi takdir ini,” ucapnya.
Hal serupa dilakukan untuk korban di Bukit Pinang dan korban yang masih dalam proses pencarian di Palaran.
Kedua, pemerintah akan segera menangani wilayah genangan yang menyebabkan kerugian dan kesulitan akses.
Dapur umum pun didirikan berdasarkan hasil pertimbangan yang matang atas kebutuhan riil di lapangan.
“Kita akan melakukan penanganan terhadap infrastruktur yang rusak. Di wilayah yang masih sulit diakses, kita lanjutkan Dapur Umum. Karena mereka tak bisa memasak, maka yang dibutuhkan adalah makanan jadi,” jelas Andi Harun.
| Kasus Dana Hibah KONI Samarinda, Pembelaan Terdakwa: Bukan Niat Korupsi, Hanya Salah Tafsir |
|
|---|
| Pemkot Samarinda Belum Terapkan WFH ASN, Tunggu Arahan Walikota Andi Harun |
|
|---|
| 7 Saksi di Sidang Kasus Korupsi KONI Samarinda, Terungkap Ada Praktik Pinjam CV dan Dana Talangan |
|
|---|
| UMKM Minuman dan Kuliner di Samarinda Terhimpit Kenaikan Harga Plastik |
|
|---|
| Dishub Samarinda Siapkan Angkutan Massal, Tarif Mulai Rp1.000 Tanpa Ngetem |
|
|---|
