Sabtu, 25 April 2026

Berita Samarinda Terkini

Kronologi Penemuan Mayat Pria di Area Perkebunan di Jalan Kediri RT 03 Palaran Samarinda

Kapolres Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Palaran AKP Iswanto, mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita

Penulis: Gregorius Agung Salmon | Editor: Nur Pratama
TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon
PENEMUAN MAYAT - Saat proses evakuasi mayat yang ditemukan di sebuah Pondok ditengah kebun di jalan kediri RT 03, Palaran, Kota Samarinda, pada Selasa, 20 Mei 2025 siang. (TribunKaltim.co/Gregorius Agung Salmon) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Warga Kelurahan Simpang Pasir Palaran digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di sebuah pondok di area perkebunan di jalan kediri RT 03, Palaran, Kota Samarinda, pada Selasa, 20 Mei 2025, sekitar pukul 12.00 wita.

Diketahui mayat tersebut diketahui bernama Trimo (71), warga Kelurahan Palaran

Kapolres Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kapolsek Palaran AKP Iswanto, mengatakan korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 12.00 Wita, oleh dua orang saksi warga desa setempat.

Baca juga: Driver Online di Samarinda Demo, Pemprov Kaltim Setuju Berangkatkan Perwakilan Ojol ke Jakarta 

"Saksi atas nama ibu susilawati tadi pagi bermaksud untuk mengantar makanan kepada saudara Trimo tetapi pas diketok yang bersangkutan tidak ada jawab, kemudian dibuka pintunya, ditemukan tergeletak didalam bagian dapur," ujarnya. 

Setelah melihat Trimo dalam kondisi tidak bernyawa di bagi dapur pondok tersebut, Susilawati kemudian kembali ke Rumahnya untuk memberitahukan ke orang tuanya atas kejadian tersebut, Orang Susilawati yang mendapatkan informasi tersebut pun langsung mengabarkan ke ketua RT setempat guna melihat dan memastikan terkait penemuan mayat tersebut. 

"Saat dilakukan pengecekan, ketua RT melaporkan ke bhabinkamtibmas serat Babinsa, kemudian kami berkoordinasi dengan unit Inafis Satreskrim Polresta Samarinda," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dekat dengan korban, diketahui Korban mengalami penyakit kulit sejak 10 tahun yang lalu.

"Korban ini sudah menderita penyakit lepra sudah sepuluh tahun yang lalu dan itu makanya tinggal di pondoknya itu sebatang kara, karena ini kan menular," ujarnya. 

"Dan terakhir kali ketemu berdasarkan keterangan saksi-saksi itu, sekitar dua minggu lalu, dia menjual hasil kebunnya (buah pisang)," sambungnya.

Kapolsek Palaran AKP Iswanto menambahkan, Almarhum akan langsung dimakamkan di Pemakaman kawasan Palaran, karena Korban tidak memiliki keluarga.

"Almarhum tidak memiliki keluarga, jadi warga sepakat langsung dimakamkan," Pungkasnya. (*)

 

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved