Berita Nasional Terkini

Cerita Para Siswa Selama 2 Pekan di Barak Militer, Ungkap Perlakuan TNI dan Perubahan Gaya Hidup

Cerita para siswa selama 2 pekan di barak militer, ungkap perlakuan TNI dan perubahan gaya hidup.

tribunjabar.id / Nazmi Abdurrahman
PENDIDIKAN KARAKTER - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menangis, saat memeluk siswa peserta pendidikan berkarakter, di halaman Gedung Sate,Kota Bandung, Selasa (20/5/2025). Meski dijalankan dengan niat tulus, Dedi Mulyadi menyadari pelaksanaannya belum sempurna. Cerita para siswa selama 2 pekan di barak militer, ungkap perlakuan TNI dan perubahan gaya hidup. (tribunjabar.id / Nazmi Abdurrahman) 

TRIBUNKALTIM.CO – Cerita para siswa selama 2 pekan di barak militer, ungkap perlakuan TNI dan perubahan gaya hidup.

Gelombang pertama siswa peserta pendidikan karakter di barak militer program Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sudah selesai  pekan kemarin.

Selama dua pekan mereka mengikuti program pendidikan berkarakter di barak militer Dodik Bela Negara, Lembang, Jawa Barat.

Apa saja yang mereka lakukan di barak militer tersebut? 

Bagaimana perlakukan anggota TNI dan apa dampak yang mereka rasakan?

ini cerita sejumlah siswa yang mengaku hidup mereka berubah setelah menjalani pendidikan karakter di barak militer.

Baca juga: Dedi Mulyadi: Lebih Baik jadi Gubernur Konten daripada Molor hingga Jalan-jalan ke Luar Negeri

Tak hanya menjadi lebih disiplin, mereka juga merasakan perhatian dan perlakuan hangat dari para pelatih TNI yang membimbing mereka.

Fajril Ramadhan, siswa kelas 11 SMA Negeri 2 Cikarang Selatan, mengaku mendapat banyak pelajaran hidup dari pelatihan ini. 

Ia yang sebelumnya kecanduan gim, sering bolos, dan kurang menghormati orangtua, kini mulai memahami arti keluarga dan kedisiplinan. 

“Ada keinginan buat belajar jadi lebih baik,” ujar Fajril saat ditemui Kompas.com di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Selasa (20/5/2025). 

Salah satu momen yang paling membekas bagi Fajril adalah ketika ia dan kelompoknya dihukum diceburkan ke kolam lele karena salah satu peserta membawa rokok.

“Ketika teman-teman ada membawa rokok ketahuan diceburin ke kolam lele sampai basah semua,” katanya.

Meskipun demikian, ia menganggap pengalaman tersebut sebagai bentuk pembelajaran dan peringatan agar mematuhi aturan.

Siswa lain, Rafael Zafriandi Sijabat (17) dari Cimahi, juga merasakan dampak serupa.

Sebelum mengikuti program, ia mengaku sering merokok, bolos sekolah, bahkan mengonsumsi alkohol. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved