Berita Nasional Terkini

Cerita Para Siswa Selama 2 Pekan di Barak Militer, Ungkap Perlakuan TNI dan Perubahan Gaya Hidup

Cerita para siswa selama 2 pekan di barak militer, ungkap perlakuan TNI dan perubahan gaya hidup.

tribunjabar.id / Nazmi Abdurrahman
PENDIDIKAN KARAKTER - Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menangis, saat memeluk siswa peserta pendidikan berkarakter, di halaman Gedung Sate,Kota Bandung, Selasa (20/5/2025). Meski dijalankan dengan niat tulus, Dedi Mulyadi menyadari pelaksanaannya belum sempurna. Cerita para siswa selama 2 pekan di barak militer, ungkap perlakuan TNI dan perubahan gaya hidup. (tribunjabar.id / Nazmi Abdurrahman) 

Kini, dia bertekad tak ingin mengulanginya. Bahkan, melihat ketegasan para pelatih, Rafael bercita-cita ingin menjadi tentara.

“Awalnya iseng-iseng dan didukung orangtua juga. Dipikir-pikir lumayan untuk melatih diri agar bisa lebih baik lagi. Dan cita-cita ingin jadi tentara sekalian coba,” ujarnya.

Baca juga: Dedi Mulyadi Senang Disebut Gubernur Konten oleh Rudy Masud, Pengamat Ungkap Titik Lemah KDM

Ia pun mengalami hukuman yang sama saat satu peletonnya kedapatan melanggar aturan.

Namun, ia menegaskan bahwa tidak ada kekerasan fisik selama pelatihan. 

“Jiwa korsa lebih tinggi aja,” ucapnya tentang kebersamaan yang terbangun. 

Siswa lainnya, MRJ, juga membantah adanya perlakuan kasar.

 Ia justru mengaku dengan pelatihan yang diberikan, kini dia mulai meninggalkan kebiasaan bermain gim secara berlebihan.

“Sekarang sudah sadar akhirnya, enggak boleh menyia-nyiakan waktu. Jadi lupa sama gim online karena banyak teman di sana. Makannya juga enak, terus di sana jam 22.00 WIB sudah harus tidur setiap hari. Janji mau dikurangi main gimnya."

Para siswa kompak menyatakan tidak pernah mengalami kekerasan fisik selama program berlangsung.

Mereka malah diajarkan rutinitas positif seperti bangun pagi, shalat subuh, senam, belajar, dan baris-berbaris. 

Kak Seto: Program Layak Jadi Contoh

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi atau Kak Seto, turut memberikan apresiasi. 

Ia menilai program ini menunjukkan hasil positif, meski tetap harus diawasi dan dievaluasi.

“Tetap harus dievaluasi sampai akhir... kalau itu hasilnya positif, mohon jangan ragu-ragu. Mohon maaf, jangan gengsi untuk dijadikan suatu gerakan nasional,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/5/2025). 

Kak Seto juga melihat langsung kondisi di lapangan dan mengaku terharu dengan perubahan para siswa. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved