Breaking News

Berita Balikpapan Terkini

Warga Balikpapan Keluhkan Lampu Jalan Mati di Km 23, Anggota DPRD Minta Dishub Ambil Langkah Cepat

Warga Balikpapan Utara mengeluhkan kondisi jalan yang gelap gulita di kawasan Kilometer 23 akibat matinya lampu penerangan jalan umum (PJU)

HO Wahyullah Bandung
JALAN GELAP - Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, Selasa (13/5/2024). Pihaknya mendesak Dinas Perhubungan segera merealisasikan perbaikan, karena proyek PJU disebut sudah memasuki tahap pasca-lelang. (HO Wahyullah Bandung) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Warga Balikpapan Utara mengeluhkan kondisi jalan yang gelap gulita di kawasan Kilometer 23 akibat matinya lampu penerangan jalan umum (PJU).

Lokasi tepatnya berada di sekitar Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Beruang Madu, yang cukup padat aktivitas masyarakat.

Minimnya penerangan ini menimbulkan kekhawatiran serius, karena tidak hanya membahayakan pengendara yang melintas, tetapi juga dinilai rawan terhadap tindak kriminalitas.

Baca juga: Komisi IV DPRD Balikpapan Dorong Pemerataan Pembangunan Sekolah di 6 Kecamatan

Kondisi tersebut telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir dan dikeluhkan warga karena belum ada tindak lanjut nyata di lapangan.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Wahyullah Bandung, meminta Dinas Perhubungan segera mengambil langkah cepat.

Ia menegaskan bahwa persoalan penerangan jalan menyangkut kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

“Program Balikpapan Terang yang dicanangkan Wali Kota harus kita dorong agar segera dirasakan manfaatnya oleh warga,” ujar Wahyullah, Kamis (22/5/2025). 

Menurutnya, proses pengadaan PJU di titik-titik gelap seperti Km 23 sudah memasuki tahap pasca-lelang.

Pemenang lelang telah ditetapkan, sehingga tahapan pelaksanaan hanya tinggal menunggu realisasi di lapangan.

Wahyullah mengatakan, Komisi III DPRD akan mengawasi pelaksanaan pengadaan tersebut agar berjalan sesuai rencana.

Ia juga mendorong kecamatan dan kelurahan untuk turut aktif mempercepat penyelesaian masalah.

“Kami jadikan ini sebagai masukan dalam rapat dengan kepala dinas, supaya titik-titik rawan bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya. (*)

 

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved