Jumat, 1 Mei 2026

Samarinda Dikepung Banjir

Banjir Capai Paha Orang Dewasa, Warga Juanda Samarinda Kaltim Selamatkan Barang ke Loteng

Banjir parah kembali melanda kawasan Jalan Juanda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (27/5/2025).

Tayang:
TRIBUN KALTIM
BANJIR SAMARINDA – Banjir yang merendam Jalan Juanda dengan ketinggian air setinggi paha menyebabkan sejumlah kendaraan mogok dan tidak dapat melanjutkan perjalanan. Selasa (27/5/2025) Banjir besar kembali melanda Jalan Juanda, Samarinda akibat hujan deras dan air pasang, menyebabkan kemacetan parah serta merendam permukiman warga hingga setinggi paha, sementara warga berharap pemerintah segera membangun waduk sebagai solusi jangka panjang. (TRIBUNKALTIM.CO/ RAYNALDI PASKALIS) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Banjir parah kembali melanda kawasan Jalan Juanda, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (27/5/2025).

Air yang menggenangi rumah-rumah warga bahkan mencapai paha orang dewasa.

Aktivitas warga lumpuh, dan sebagian besar hanya bisa menyelamatkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.

Dedi, warga Juanda 8, menjadi salah satu yang terdampak banjir sejak pagi.

Ia bersama keluarganya segera memindahkan barang-barang penting ke loteng rumah.

Baca juga: Banjir Kembali Rendam Juanda Samarinda, Warga: Sudah Kedua Kali Bulan Ini

Menurutnya, hujan deras yang berlangsung selama lebih dari tiga jam sudah cukup untuk menyebabkan banjir besar di kawasan tersebut.

"Udah tahu, udah tahu. Kita sudah tahu kalau kondisi hujan selama 3 jam dengan kapasitas sederas-deras ya, banjir udah datang," ujarnya.

Dedi mengaku rumahnya pun terendam sejak dini hari.

Namun, ia merasa tak ada yang bisa dilakukan selain bertahan.

Ia bahkan menyebut renovasi rumah pun terasa sia-sia jika kondisi jalan sekitar terus tergenang setiap hujan deras turun.

Baca juga: 6 Kampung di Segah Berau Banjir, Ketinggian Air di Long Ayap Hingga Atap Rumah Warga

"Udah terbiasa, udah gak bisa diapa-apain. Kalau dinaikin juga rumah juga percuma juga, jalanannya juga sudah tenggelam. Yang penting kita amanin motor dulu, jangan sampai terendam semua, ya aman," tuturnya.

Meski banjir kali ini cukup tinggi, Dedi bersyukur belum ada laporan korban jiwa.

Ia mengingat kembali banjir sebelumnya, ketika seorang warga RT 3 dekat Universitas 17 Agustus Samarinda (UNTAG) meninggal dunia karena tersengat listrik saat menyelamatkan peralatan rumah tangga.

Saat ini, air disebutnya sudah mulai surut dari dalam rumah, meski masih banyak warga yang harus mengevakuasi barang-barang mereka.

Dedi menyebut penyebab banjir bukan hanya hujan deras, tetapi juga karena faktor pasangnya air sungai yang memperlambat aliran air menuju hilir.

Baca juga: Lokasi Banjir di Samarinda jadi Wahana Bermain Anak-anak

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved