Selasa, 5 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Permintaan Global Batubara Diprediksi Turun Tajam, Transisi Energi Jadi Solusi

Permintaan global terhadap batubara diperkirakan akan mengalami penurunan signifikan dalam beberapa dekade mendatang

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH
PERMINTAAN MENURUN - Ketua Dewan Pembina Yayasan Mitra Hijau, Dicky Edwin Hindarto, menyampaikan materi dalam pelatihan bertema "Apa Itu Transisi Energi & Bagaimana Meliputnya?" di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (4/6/2025). Dia menyebut, permintaan global batubara diprediksi turun drastis hingga lebih dari 70 persen sebelum 2050, seiring komitmen negara-negara menjalankan transisi energi menuju nol emisi. (TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN RAHMATULLAH) 

Perubahan ini akan membawa dampak luas yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Baca juga: Kapolresta Balikpapan Hadiri Panen Raya Jagung Pipil Serentak, Prabowo Pimpin Langsung dari Kalbar

Dari sisi ekonomi, penurunan aktivitas pertambangan batubara akan berdampak pada penerimaan negara, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pendapatan dari pajak dan nilai ekspor batubara diperkirakan menurun, yang berpotensi memengaruhi neraca pembayaran nasional.

Sektor ketenagakerjaan juga akan terdampak signifikan.

Banyak lapangan kerja, baik yang bersifat langsung, tidak langsung, maupun pekerjaan turunan dari industri batubara, berpotensi hilang.

Situasi ini dapat mendorong migrasi tenaga kerja ke wilayah lain demi mencari sumber penghidupan baru.

Baca juga: Jadwal Pelayanan SIM Polresta Balikpapan Saat Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Adha 1446 H

Namun, di sisi lain, dampak positif dari transisi energi juga cukup besar.

Pengurangan emisi dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) serta berkurangnya aktivitas tambang akan meningkatkan kualitas udara dan mengurangi debu di sekitar wilayah tambang.

Selain itu, kualitas tanah dan ketersediaan air bersih juga diprediksi membaik berkat menurunnya pencemaran.

Transisi ini juga menghadirkan peluang baru dalam pelestarian lingkungan.

Daerah bekas tambang yang belum tergarap dapat dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian, kehutanan, dan sektor pariwisata.

Baca juga: Wawali Balikpapan Bagus Susetyo Ajak Pelajar Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini

Bahkan, kawasan tersebut bisa dijadikan area konservasi keanekaragaman hayati.

Reklamasi lahan bekas tambang menjadi strategi penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dengan perencanaan matang, lahan-lahan tersebut dapat dialihfungsikan secara produktif sehingga tetap memberi kontribusi ekonomi pasca-industri batubara.

Ia menambahkan bahwa transisi energi membutuhkan kesiapan dan adaptasi dari berbagai pihak, terutama pemerintah dan pemangku kepentingan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved