Berita Samarinda Terkini
Kisah Prayitno, Peternak Sapi Asal Makroman Samarinda yang Dua Kali Dipilih Presiden
Prayitno, peternak asal Makroman RT 6, kembali menjadi sorotan setelah sapinya terpilih sebagai sapi bantuan presiden untuk wilayah Samarinda
Penulis: Raynaldi Paskalis | Editor: Amelia Mutia Rachmah
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Prayitno, peternak asal Makroman RT 6 sekaligus pemilik Kandang Bakti Sejahtera, kembali menjadi sorotan setelah sapinya terpilih sebagai sapi bantuan presiden untuk wilayah Samarinda.
Sapi tersebut kemudian dikurbankan di Masjid Besar Ar-Rasyidin yang terletak di Jalan Jakarta, Loa Bakung, Samarinda.
Prayitno sudah menekuni usaha peternakan sapi selama empat tahun terakhir. Sapi terpilih tersebut merupakan hasil persilangan antara jenis Brahman dan Pegon, dengan usia saat ini sekitar tiga tahun.
Sapi jantan tersebut diberi nama “Adul” karena lahir tepat pada hari raya Idul Adha.
Dalam perayaan ulang tahun Adul, Prayitno mendapat kehormatan untuk menerima kunjungan dari Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji.
Baca juga: Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro Serahkan 94 Hewan Kurban untuk Masyarakat Balikpapan
Berat sapi ini mencapai 960 kilogram, menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan.
Ketika ditanya tentang proses terpilihnya sapinya sebagai bantuan presiden, Prayitno menjelaskan bahwa awalnya bukan ia yang mengajukan, melainkan tim dari dinas provinsi yang langsung datang melakukan seleksi.
Menurutnya, kriteria sapi yang dipilih sangat ketat dan berdasarkan penilaian langsung oleh tim terkait.
Mengenai cara pemeliharaan sapi tersebut, Prayitno mengungkapkan bahwa tidak ada perawatan khusus yang diberikan.
“Tidak ada perawatan khusus, yang penting kandang bersih, makan kenyang, istirahat cukup. Kalau vitamin, ya vitamin,” ujarnya Jumat (6/6/2025).
Baca juga: Bupati Kukar Edi Damansyah Ingatkan Makna Kurban dan Pengorbanan di Momen Idul Adha 2025
Prayitno juga menegaskan bahwa sejak sapi tersebut terpilih sebagai sapi bantuan presiden, tidak ada perlakuan khusus seperti pemasangan kelambu untuk menghindari gigitan nyamuk.
Kandangnya selalu bersih dan kotoran langsung dibersihkan serta dibakar, sehingga lingkungan tetap sehat dan sapi terjaga kesehatannya.
Hal ini juga telah diverifikasi oleh tim pengawasan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) melalui pengecekan sampel darah dan kotoran.
Menariknya, ini merupakan kali kedua sapi milik Prayitno terpilih sebagai sapi bantuan presiden. Sebelumnya, pada tahun 2023, Presiden Joko Widodo juga mengambil sapi qurban dari peternakan miliknya.
Prayitno mengungkapkan bahwa proses seleksi terakhir dilakukan pada bulan Mei lalu, dengan penimbangan awal sapi mencapai 925 kilogram, kemudian setelah 20 hari beratnya naik menjadi 960 kilogram.
Baca juga: Sapi "Adul" Berat 960 Kg, Hadiah Presiden untuk Warga Samarinda Diserahkan Wakil Gubernur Kaltim
“Jadi dalam satu hari sapi ini bisa naik beratnya sekitar 1,5 kilogram,” katanya.
Saat ditanya tentang hambatan dalam memelihara sapi sebesar ini, Prayitno mengatakan bahwa yang paling penting adalah ketelatenan dan perhatian terhadap kondisi sapi.
“Hambatan sebenarnya tidak ada, asal kita telaten dan memperhatikan sapi,” tuturnya. (*)
Ikuti berita populer lainnya di Google News, Channel WA, dan Telegram.
| Pemkot Samarinda Siap Klaim jadi Pionir ASN AI Pertama di Indonesia |
|
|---|
| Abdunnur Resmi Daftar Calon Rektor Unmul 2026-2030, Klaim Didukung 81 Senator |
|
|---|
| Masuk API Awards 2026, Bukit Steling Samarinda Setor PAD Rp1,6 Juta per Bulan untuk Pemkot |
|
|---|
| Unmul Sikat Semua Lawan di Campus League Samarinda, Amankan Tiket The National Jakarta |
|
|---|
| Walikota Samarinda Andi Harun Tegaskan BPJS Ketenagakerjaan Bukan Sekadar Administrasi Proyek |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20250606_Sapi_Kurban_Presiden_Peternak_Samarinda_Prayitno.jpg)